VIVALIFE

Membedakan Asam Urat dan Rematik

Kemiripin gejala rematik dan asam urat sering dianggap sebagai penyakit sama. Apa bedanya?
Selasa, 17 November 2009
Oleh : Petti Lubis

VIVAnews - Adanya kemiripan antara nyeri akibat asam urat dengan rematik, tak jarang membuat banyak orang menganggap bahwa keduanya adalah penyakit yang sama. Apakah perbedaannya?

Penyakit asam urat timbul akibat meningkatnya kandungan asam urat (urate acid) dalam darah sehingga kadarnya melebihi normal. Asam urat sendiri terbentuk dari senyawa purin, yaitu senyawa pecahan dari asam nukleat (bahan dasar protein inti sel). Akibatnya, timbullah beragam reaksi, mulai dari radang sendi hingga gagal ginjal.

Sedangkan rematik disebabkan oleh hal yang sangat berbeda, yaitu kerapuhan tulang. Untuk memastikan penyebab rasa nyeri itu perlu dilakukan tes darah di laboratorium.

Tapi, apakah rematik disebabkan asam urat? Faktanya, hanya sekitar 10 persen saja pengidap rematik yang asam uratnya tinggi. Banyak pasien yang asam urat tinggi justru tidak mengalami rematik. Asam urat dalam darah yang tinggi belum tentu akan menyebabkan rematik. "Penyakit rematik akan terjadi bila asam urat terkumpul dalam sendi dan membentuk endapan kristal monosodium urat.

Secara alamiah, kadar asam urat pada wanita memang lebih rendah dibanding pada pria. Penyebabnya karena hormon estrogen dalam tubuh wanita ikut membuang asam urat yang berlebih lewat urine. Kadar asam urat normal pada pria adalah 2,1 - 8,5 mg/dl, sedangkan pada wanita 2,0 - 6,6 mg/dl.

Pada wanita, penyakit ini umumnya baru timbul setelah memasuki menopause, karena pada saat itu hormon estrogen berhenti diproduksi oleh tubuh. Tapi, saat ini makin banyak penderita asam urat adalah wanita usia muda. Kenapa bisa begitu? Penyebabnya bisa jadi adanya ketidakseimbangan hormon reproduksi, atau karena memang punya 'bakat' penyakit asam urat.

TERKAIT
TERPOPULER