VIVALIFE

Makanan Sehat Cegah Anak Hiperaktif

Makanan-makanan alami akan memberikan energi dan gizi pada anak-anak tanpa efek samping.
Jum'at, 1 Januari 2010
Oleh : Arinto Tri Wibowo, Ferial
Terapi anak hiperaktif penderita autis

VIVAnews - Ada berbagai mazhab pemikiran tentang penyebab hiperaktif pada anak. Namun, penelitian menunjukkan bahwa gula sebagai penyebab anak hiperaktif hanyalah mitos.

Zat tambahan pada makanan, seperti pengawet, pewarna, dan pemanis buatan saat ini secara luas dianggap sebagai pemicu hiperaktif. Zat-zat tersebut membuat sistem saraf menjadi overaktif. Zat-zat ini hanya ditemukan pada makanan olahan.

Untuk itu, anak-anak disarankan mengonsumsi makanan-makanan alami. Makanan alami akan memberikan anak-anak energi dan gizi tanpa efek samping hiperaktif.

Sebagai tambahan, makanan yang kaya kalsium dan magnesium seperti sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, serta susu juga bisa menimbulkan efek menenangkan pada tubuh.

Makanan-makanan yang dianjurkan itu di antaranya:

Sayuran, anak bisa diberikan asupan sayuran segar di antaranya daun seledri, paprika, kembang kol, dan wortel, dengan mencampurkan  penyedap makanan yang sehat serta rendah lemak. Mereka juga bisa diberikan biskuit rendah lemak.

Namun, anak-anak sebaiknya tidak diberikan makanan yang mengandung bahan pengawet.

Buah, tawari anak Anda buah yang kering, beku, dan segar. Jika pilihannya buah dalam kaleng, pilihlah dengan selektif yang 100 persen berasal dari buah asli dibanding yang mengandung cukup banyak sirup.

Buah kering yang baik untuk disimpan di antaranya aprikot kering, sejenis buah berry (cranberries), nanas, plum, kismis, apel cincin, serta 100 persen sari buah asli. 

Simpan makanan kecil dari buah segar dalam kulkas, seperti potongan apel atau pir, potongan pisang, anggur tanpa biji, aprikot, potongan melon, jeruk, berry, dan plum.

Potongan buah itu juga dapat dicelupkan ke dalam yogurt, selai kacang, atau campurkan buah dan yogurt dengan es krim rendah lemak dalam sebuah gelas tinggi.

Selain itu, Anda bisa membuat smoothies dengan campuran buah pisang atau buah beku dengan es, susu atau yogurt.

Makanan mengandung susu, sajikan yogurt rendah lemak atau campuran keju dengan buah segar dengan satu sendok makan sari buah. Keju alami merupakan pilihan lain,  termasuk jenis keju rendah lemak.

Kacang-kacangan dan biji-bijian, kacang tanah, almonds, kenari dan kacang mete merupakan makanan yang baik. Jika memilih selai kacang, pilihlah yang mengadung kacang asli dibanding yang sudah tercampur gula maupun zat tambahan lain.

Gandum, oatmeal, tepung gandum, dan sereal dari buah-buahan kering adalah pilihan yang baik.

Protein, selain mendapatkan protein dalam kacang-kacangan, biji-bijian, serta makanan yang berasal dari susu, protein juga dapat diperoleh dari daging, telur rebus dari telor omega 3.

Hindari daging olahan seperti untuk burger, chicken nugget, sosis besar panggang, hot dog, serta ikan tanpa tulang. Sebagai gantinya, konsumsi ikan bakar, dada ayam, daging sapi murni, daging tanpa lemak serta daging babi.

Gula-gula, konsumsi permen tidak harus dihindari, seperti pernah dianggap sebagai penyebab anak-anak menjadi hiperaktif. Namun, Anda tetap harus membuat pilihan cerdas. Pilihlah coklat hitam yang mengandung gula rendah dan antioksidan.

Lebih baik untuk membatasi kafein pada anak hiperaktif hingga 45 miligram per hari.

Sementara itu, Anda juga dapat membuat kue dari bahan-bahan sehat seperti bubur gandum dan kismis.

Disarankan untuk menghindari donat, kue, kue kering, dan permen dengan bahan pengawet serta pewarna makanan di dalamnya. Minuman yang mengandung gula dan aditif, seperti minuman buah, minuman olahraga, dan soda pop juga sebaiknya tidak dikonsumsi anak-anak.

arinto.wibowo@vivanews.com

TERKAIT
TERPOPULER