« Kembali
Film Horor dan Porno Dikalahkan Religi
Film horor dan porno tetap masih kalah laris.
Ismoko Widjaya, Gestina Rachmawati
Sabtu, 30 Januari 2010, 11:00 WIB
Andi Soraya  
Andi Soraya  

VIVAnews - Film Indonesia bergenre horor dan porno masih terus diproduksi. Di kawasan Jakarta Selatan, penjualan film 'beraroma' horor dan porno itu masih kalah dengan film religi.

"Film-film seperti itu (horor dan porno) masih kalah dengan Ketika Cinta Bertasbih 2 (KCB)," kata Dewi, penjual film original di Blok M Square, Jakarta Selatan, kepada VIVAnews, Sabtu 30 Januari 2010.

Menurut Dewi, lapak tempat dagangannya ini hanya khusus menjual film-film orisinal, tidak ada bajakan. Untuk film-film Indonesia harganya bervariasi.

"Yang judulnya semacam Paku Kuntilanak dan lain-lain itu sekitar Rp 29 ribu. Tapi itu kalah laris dengan KCB2 yang harganya Rp 49 ribu," ujar pedagang di lantai tiga ini.

Kondisi serupa terjadi di Terminal Blok M Mall lantai basement. Meski sebagian besar pedagang menjajakan barang bajakan, untuk film horor dan porno tetap masih kalah laris.

"Kalau disini itu kalah laris sama film-film luar negeri," kata Nani, yang sudah setahun berjualan di lokasi ini. Alasan Nani, film Indonesia biasanya lama keluarnya dibanding produksi luar negeri.

Begitu juga dengan yang dialami pedaganga di kawasan Karet, Jalan Sudirman. Film-film berjenis porno dan horor masih jauh di bawah penjualan film beradegan perang atau perkelahian.

"Biasanya disini yang laris itu film-film action. Kalau film begituan (horor dan porno) masih kurang laku," ujar pria yang biasa disapa Uda ini.

Seperti diketahui, film berbau porno dan horor yang terakhir diproduksi berjudul Hantu Puncak Datang Bulan. Dalam trailer-nya, film ini menampilkan adegan artis Andi Soraya tak mengenakan busana bagian atas alias topless.

Bahkan ada tampilan yang memperlihatkan artis Tessa Mariska sedang bercumbu. Begitu pula dengan bintang lainnya yang juga personel Trio Macan.


ismoko.widjaya@vivanews.com

• VIVAlife   |   Share :  
  • grgdrgd
    01/02/2010
       Laporkan
    hgjkkjhjhkkjkjkgj | via VIVAnews
  • juni
    31/01/2010
       Laporkan
    kurang panas!!!!! | via VIVAnews
  • aries_iren_s,one
    31/01/2010
       Laporkan
    nyata@com beginilah kalau orang fikiran nya dah mentok otak nya kotor,,,,,,berbuat sesuatu ga pake mikir....kalo usaha tu ga usah tanggung2 low mo bikin flm porno langsung aja ga usah di embel2 pake flm horor,,,,biar heboh sekaligus,..., dasar parusak mo | via VIVAnews
  • aries_iren_s,one
    31/01/2010
       Laporkan
    nyata@com beginilah kalau orang fikiran nya dah mentok otak nya kotor,,,,,,berbuat sesuatu ga pake mikir....kalo usaha tu ga usah tanggung2 low mo bikin flm porno langsung aja ga usah di embel2 pake flm horor,,,,biar heboh sekaligus,..., dasar parusak mo | via VIVAnews
  • troy
    30/01/2010
       Laporkan
    I sangat setuju sekali coment saudara guntur dr | via VIVAnews
  • ahmad zidane
    30/01/2010
       Laporkan
    EMANG OTAKNYA PADA JOROOOK..ARTISNYA KAMPUNGAN CUMA BISA BUKA CELANA DOANG MAU BUAT FILM MACAM MANA ,,,,SUTRADARA ,,ARTIS ,,,MA YANG NONTON ,,PENGAJUNGAN...XIXIXIXIXIXI | via VIVAnews
  • dark smile
    30/01/2010
       Laporkan
    wah...pikir film porno..lebih laris....terus terang lebih enak nonton film horor luar negeri. walaupun tidak jualan tubuh tetep laris manis dan menarik ceritanya karena tidak mudah di tebak ending ya | via VIVAnews
  • echalh@yahoo.co.id
    30/01/2010
       Laporkan
    tampilkan | via VIVAnews
  • guntur dr
    30/01/2010
       Laporkan
    kenapa oknum perrfilman kita ko pikirannya pada berbau porno sih, kayanya otaknya kudu dibersihin dulu supaya ide2 baru muncul jangan SAMPAH aja dipikirin......tambah rusak deh moral bangsa........ | via VIVAnews
  • pitri
    30/01/2010
       Laporkan
    ihhh,, kuk pilemnya telanjang gtu ?? emank gag malu kah ? | via VIVAnews

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id