« Kembali
Inilah Alat KB yang Tak Bikin Gemuk
Kini, problem kenaikan berat badan serta jerawat akibat pil KB tak lagi menjadi masalah.
Petti Lubis, Anda Nurlaila
Jum'at, 19 Februari 2010, 09:06 WIB
Alat KB (doc Corbis)
Alat KB (doc Corbis)

VIVAnews - Wanita seringkali sulit menggunakan alat kontrasepsi berupa oral (pil) karena berbagai alasan. Kenaikan berat badan serta jerawat sering menjadi alasan wanita tidak menggunakan jenis kontrasepsi ini.

Berdasarkan temuan terbaru  Bayer Schering Pharma, pil kontrasepsi  dengan kandungan Drospirenon memiliki manfaat perlindungan dengan kombinasi unik. Drospirenon merupakan hormon yang menyerupai progesteron, salah satu hormon dalam tubuh yang mengurangi keluhan dalam pemakaian kontrasepsi oral.

Pil KB dengan Drospirenon regimen 24/4 mengandung 24 pil aktif dan empat pil plasebo.  Manfaatnya saat pemakaian pada wanita tidak menimbulkan fluktuasi hormon sehingga tetap stabil yang mempengaruhi kondisi Pre Menstrual Syndrom (PMS) atau Pre Menstrual Dysphoric Disorder (PMDD). Sebelumnya, pil kontrasepsi yang dikeluarkan  beregimen 21 dengan masa  berhenti pakai selama tujuh hari.

Drospirenon memiliki profil farmakologis yang mirip dengan progesteron alami dengan efek anti-mineralokortikoid dan anti-androgenik. Drespirenon tidak mengandung aktivitas estrogenik, androgenik, glukokortikoid atau anti-glukokotikoid.

Sifat anti-mineralokortikoid dalam Drespirenon berfungsi  tidak menaikkan berat badan, mengurangi gejala kembung (bloating), memperbaiki mood menjelang haid serta tidak menaikkan tekanan darah.

Sedangkan sifat anti-androgeniknya menjadikan pil KB dengan Drespirenon mengurangi produksi sebum, mengurangi jerawat dan memperindah kulit dan rambut yang ditimbulkan dari kelebihan hormon pria dalam tubuh wanita.

Jumlah hormon estrogen yang kecil sekitar 0,2 mikro membuat pil KB dengan Drospirenon dapat menurunkan risiko fibroid (tumor jinak di rahim), kista indung telur, mengurangi insiden tumor jinak payudara, mengurangi risiko penyakit radang panggul (Pelvic Inflamatory Disease), mengurangi risiko kemahilan di luar kandungan (ektopik) serta memperkecil insiden menoragia (pendarahan berat) dan kekurangan zat besi karena anemia.

Dalam jangka panjang, penggunaan pil KB dengan Drepirenon mengurangi risiko kanker endometrium dan kanker indung telur.

• VIVAlife   |   Share :  
  • herni.jhonassoyy
    03/09/2012
       Laporkan
    anak saya sekarang sudah berusia 11bulan. da sampai sekarang saya belum di KB. karena takut gemuk. Jadi saya minta tolong, alat kontrasepsi apa yang tidak membuat badan gemuk?? terima kasih
  • sri
    04/11/2011
       Laporkan
    tolong kasih tau apa nama pil kbx donk??? dan berapa harganya??? | via VIVAnews
  • enong
    03/03/2011
       Laporkan
    Tolong kasih tahu saya dimana saya bisa mendapatkan pil itu? | via VIVAnews
  • Anik
    25/09/2010
       Laporkan
    apakah sudah beredar di indonesia dan apa namanya? | via VIVAnews
  • suliyati
    09/09/2010
       Laporkan
    adakah efek yg ditimbulkan terhadap ginjal seseorang bila mengkonsumsinya.thank | via VIVAnews
  • miss luxury
    19/02/2010
       Laporkan
    apakah pil itu sudah beredar di indonesia ? dan apakh sudah dapat licency dari dep kes?? | via VIVAnews
  • putri
    19/02/2010
       Laporkan
    apakah alat kb ini sudah beredar di pasaran?..harga nya berapa ya?..,karena sebelum nya saya menggunakan pil kb mycroginon dari schering.trims | via VIVAnews
  • fatimah
    19/02/2010
       Laporkan
    apakah pil ini sdh beredar luas? dimana bisa dapat pil ini? | via VIVAnews

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id