VIVALIFE

Penyebab Gagal Saat Wawancara Kerja

CV-nya memikat. Tapi, hanya sedikit yang bisa melalui wawancara pekerjaan dengan sukses.
Kamis, 15 April 2010
Oleh : Pipiet Tri Noorastuti, Anda Nurlaila
Wawancara Kerja

VIVAnews - Curriculum Vitae (CV) berisi pengalaman kerja Anda yang mengagumkan berhasil menarik perusahaan untuk mengundang wawancara. Nyatanya, pewawancara menyatakan akan menghubungi Anda segera, tapi tak pernah melakukannya. Mengapa?

Ada banyak tips membuat CV yang efektif serta menjawab pertanyaan dalam wawancara melalui telepon dengan perusahaan potensial. Tetapi hanya sedikit yang bisa melalui wawancara langsung dengan sukses.

Simak beberapa penyebab kegagalan dalam wawancara berikut.

Penampilan tak sesuai
Wawancara kerja sebenarnya dimulai saat memasuki kantor, jadi perusahaan tidak hanya akan menilai keahlian tetapi juga cara berpakaian Anda.

Karenanya, sebelum mengikuti wawancara, cari tahu dress code yang berlaku di perusahaan tersebut untuk memberi kesan positif. Jika Anda tidak tahu dress code perusahaan, pilihlah pakaian warna netral dengan rok pensil atau celana panjang.

Masalah gaji
Di antara kesalahan terbesar kandidat karyawan adalah mereka tidak mampu mengungkapkan keahlian dan tawaran positif yang bermanfaat untuk perusahaan. Alih-alih memfokuskan diri pada tanggung jawab mereka nantinya, mereka malah lebih ingin tahu mengenai gaji.

Berbicara banyak soal gaji, membuat manajer HRD menganggap Anda sebagai orang yang mengejar gaji tinggi.

Sombong
Banyak calon karyawan menyangka bahwa HRD tidak berkaitan langsung dengan atasan mereka. Tetapi perusahaan mempekerjakan HRD yang profesional di bidang keahlian mereka sendiri. Bersikap sombong dan arogan pada manajer HRD tidak akan membantu Anda memperoleh pekerjaan.

Berpikir klise
Jika Anda berpikir telah menguasai dan menghafal semua jawaban dan berperilaku baik pada manajer HRD selama wawancara, sedikit kemungkinan Anda akan lolos dari wawancara.

Jawaban buatan serta pidato membosankan menunjukkan Anda tidak dapat berpikir cepat dan kritis. Tentu saja, mereka akan mengajukan pertanyaan yang membingungkan dan membuat Anda menjawab jujur dan spontan.

Kurang percaya diri
Perusahaan tidak mencari seorang calon karyawan yang pemalu dan tanpa ambisi. Jika Anda tidak dapat mengatakan kontribusi terhadap perusahaan, hal ini tidak akan menguntungkan karena Anda dianggap tidak akan peduli pada pekerjaan Anda nantinya.

Saat ditanya mengenai pekerjaan sebelumnya, cobalah tidak menggunakan kata ganti 'kita' atau 'kami'. Fokuskan pada prestasi profesional pribadi Anda.

Tidak mengerti sejarah perusahaan
Hal terakhir yang penting sebelum wawancara adalah mengetahui sejarah dan budaya perusahaan. Saat wawancara, akan sangat merugikan apabila Anda tidak mengetahui berapa lama perusahaan telah berdiri, bergerak di bisnis apa serta siapa pesaing utama dalam bisnis tersebut.

TERKAIT
TERPOPULER