« Kembali
Rokok Elektrik Lebih Bahaya dari Rokok Biasa?
Badan POM: semua rokok elektrik beredar di Indonesia adalah ilegal dan bahayakan kesehatan
Petti Lubis
Jum'at, 13 Agustus 2010, 18:46 WIB
Kebiasaan merokok (inmagine)
Kebiasaan merokok (inmagine)

VIVAnews - Anggapan orang yang selama ini menyatakan rokok elektrik lebih sehat daripada rokok biasa ternyata salah. Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI Kustantinah menjelaskan, rokok elektrik sama berbahayanya dengan rokok yang dibakar biasa.

Kandungan propilen glikol, dieter glikol dan gliserin sebagai pelarut nikotin ternyata dapat menyebabkan penyakit kanker.

"Mungkin orang beranggapan rokok elektrik hanya mengandung nikotin, dan kalau rokok biasa ada bahan-bahan lainnya," kata Kepala BPOM RI Kustantinah di Jakarta, Jumat, 13 Agustus 2010.

Kustantinah menjelaskan dalam rokok elektrik terdapat nikotin cair dengan bahan pelarut propilen glikol, dieter glikol ataupun gliserin. Jika nikotin dan bahan pelarut ini dipanaskan maka akan menghasilkan nitrosamine. "Senyawa nitrosamine inilah yang menyebabkan penyakit kanker."

Kustantinah menambahkan, semua rokok elektrik yang beredar di Indonesia adalah ilegal dan berbahaya bagi kesehatan. Di seluruh dunia, ia juga mengungkapkan, tidak ada negara satupun yang menyetujui rokok elektrik. Bahkan di beberapa negara seperti Australia, Brazil dan China rokok
elektrik dilarang.

"Padahal negara China yang menemukan rokok elektrik pada 2003. Namun, pemerintah China sudah melarang peredarannya," katanya menjelaskan.

Untuk itulah BPOM bersama Kementrian Kesehatan, Kementrian Industri dan Kementrian Perdagangan akan mengkaji lebih dalam tentang rokok elektrik. "Rokok elektrik tidak akan pernah didaftarkan, disetujui dan akan dilarang di Indonesia," ujarnya.

Laporan : Iwan Kurniawan

• VIVAlife   |   Share :  
  • itha
    13/11/2010
       Laporkan
    truz kalo uda tau rokok tu bahaya kenapa masih dijual? kenapa masih dibeli? | via VIVAnews
    • radenmasabed
      28/08/2012
      Laporkan
      karana rokok adalah salah satu pendapatan negara yang cukup besar makanya masih djual,,,
  • ohang
    30/10/2010
       Laporkan
    ah, ini mah biasaLah .... politik dagang... kalo rokok elektrik di bolehin, ya rokok biasa ga bakal laku... | via VIVAnews
  • komar
    25/10/2010
       Laporkan
    barang ilegal kok beredar dimana-mana,......gimana dong kinerja pemerintah, apa harus nunggu korban dulu, ......atau......???? | via VIVAnews
  • hendra
    21/10/2010
       Laporkan
    seng jenenge rokok iku bahaya kabeh rek.makane ojok ngrokok, nek sek kpingin urip suwe........... | via VIVAnews
  • kutrit
    16/10/2010
       Laporkan
    Woy Gw tau tuh yang pada ribut penjual Rokok Elektrik Itu sendiri Takut pada gha laku dagangannya makanya pada jelek2n BPOM karena kesel dagangan jadi sepi padahal lo pada mikir ga yg lo jual tuh racun yang lebih mematikan dari rokok yang gw pake. | via VIVAnews
    • ivan_snada
      14/03/2012
      Laporkan
      benar kata hernadi key. ane sependapat. suruh bpom bandingin racunnya dan pajang di tempat umum bahayanya. buktikan jangan asal bicara saja | via VIVAnews
    • hernadi-key
      17/10/2010
      Laporkan
      miris bgt ngeliat komentar anda.. BPOM hanya beropini tanpa pernah memberikan data2 konkrit tentang kadar kandungan zat2 yg dimaksud.. lalu knp BPOM melegalkan rokok biasa?? padahal kita tau bahwa rokok biasa mengandung banyak zat2 berbahaya?? wajarlah | via VIVAnews
  • arya
    15/10/2010
       Laporkan
    kasih rincian akan berbahayanya rokok elektrik da bakar lebih bahaya mana?? | via VIVAnews
  • waluh
    08/10/2010
       Laporkan
    WALUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUH | via VIVAnews
  • danny
    05/10/2010
       Laporkan
    bpom kasih data donk....misalnya bla bla bla bla gitu. jgn asal dar der dor tapi datanya nol | via VIVAnews
  • chiqho
    27/09/2010
       Laporkan
    kasian BPOM yg kena desakan dr produsen rokok konvensional... cb kl rokok elektrik itu BAYAR cukainya...PASTI deh..dapat dukungan bagus.... R U P I A H bicara bro.... | via VIVAnews
  • khavry
    27/09/2010
       Laporkan
    setuju sama semua !!! hidup e-ciggarete !!!!!! | via VIVAnews

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com