« Kembali
Bahaya Es Teh Bagi Ginjal
Di balik kenikmatannya, es teh ternyata menyimpan efek buruk bagi kesehatan ginjal.
Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti
Senin, 23 Agustus 2010, 13:16 WIB
Es teh (inmagine)
Es teh (inmagine)

VIVAnews - Siapa tak suka minum es teh? Rasanya yang manis menyegarkan, berpadu dengan harga murah membuat es teh menjadi minuman favorit di segala suasana, termasuk saat berbuka puasa.

Popularitas es teh terbukti dengan kehadirannya di hampir semua tempat makan, mulai dari kelas warung hingga restoran mahal. Mungkin banyak yang setuju dengan jargon es teh kemasan, "Apapun makanannya, minumnya tetap es teh."

Tapi tahukah Anda, di balik kenikmatannya, es teh menyimpan potensi merugikan bagi kesehatan. Penelitian Loyola University Chicago Stritch School of Medicine mengungkap bahwa konsumsi es teh berlebih meningkatkan risiko menderita batu ginjal.

Seperti dikutip dari laman Times of India, es teh mengandung konsentrasi tinggi oksalat, salah satu bahan kimia kunci yang memicu pembentukan batu ginjal. "Bagi mereka yang memiliki kecenderungan sakit batu ginjal, es teh jelas menjadi minuman terburuk," kata Dr John Milner, asisten profesor Departemen Urologi, yang tergabung dalam penelitian.

Milner mengatakan, teh panas sebenarnya juga menyimpan efek buruk yang sama. Hanya, takaran penyajian teh panas biasanya lebih kecil. Logikanya, orang meminum teh panas tak akan sebanyak minum es teh. Jarang orang yang mengonsumsi teh panas saat haus. Berbeda dengan es teh, di mana banyak orang sanggup meminumnya lebih dari segelas saat haus dan udara panas.

Pria, wanita posmenopause dengan tingkat estrogen rendah, dan wanita yang pernah menjalani operasi pengangkatan indung telur paling rentan terpapar dampak buruk es teh. Oleh karenanya, Milner menyarankan, mengganti konsumsi minuman itu dengan air putih, atau mencampurnya dengan lemon. "Lemon kaya kandungan citrates, yang dapat menghambat pertumbuhan batu ginjal," kata Milner.

Batu ginjal adalah kristal kecil yang terbentuk dari mineral dan garam yang biasanya ditemukan dalam air seni, ginjal atau saluran kemih. Mineral tak terpakai itu umumnya bisa keluar dari tubuh bersama urin, tapi dalam kondisi tertentu bisa mengendap dan membatu di dalam saluran kemih.

Peneliti juga mengungkap sejumlah makanan lain yang berpotensi menyimpan efek buruk. Mereka menyebut antara lain: bayam, cokelat, kacang-kacangan, garam, dan daging.

Sebaiknya, konsumsi es teh dan makanan-makanan itu secara moderat demi kesehatan ginjal. Padukan pula dengan makanan tinggi kalsium yang dapat mereduksi oksalat. Dan, tentu saja perbanyak minum air putih.

• VIVAlife   |   Share :  
  • HAS
    06/09/2010
       Laporkan
    Apa pun yang kita makanan/minuman tidak akan berdampak buruk bagi tubuh.. asalkan halal dan selalu berdoa sebelum kita kita makan/minum. Percayalah ama TUHAN ! | via VIVAnews
  • john
    02/09/2010
       Laporkan
    yg salah tuh kalo minum es teh sama gelas2nya,...... | via VIVAnews
  • ThePangastuti
    31/08/2010
       Laporkan
    JERNIH ? BERSIH Dalam artikel “Mengapa Jangan Minum Teh Saat Sahur”. By Pipiet Tri Noorastuti - Selasa, 24 Agustus, saya yang bukan seorang Dokter, bukan Peneliti Kimia, dan juga bukan seorang Pengusaha Teh, membaca artikel itu jalan berpikir saya | via VIVAnews
  • ahmad hernawan
    29/08/2010
       Laporkan
    kalau makanan yang asli Indonesia dijelekkan semua sama orang Amerika....padahal makanan mereka lebih berbahaya 5x lipat...seperti minuman cocacola. dulu minyak kelapa di hujat penyebab kanker...padahal minyak kelapa sawit orbitan amerika lebih bahaya lag | via VIVAnews
  • bambang laresolo
    29/08/2010
       Laporkan
    Sebenarnya faktor utama adalah kualitas air yang digunakan. Kandungan oksalat dalam teh, kecil kemungkinan untuk terbentuknya batu ginjal. Tulisan lengkap mengenai bantahan dari rumor ini silahkan baca di http://kedai-teh-laresolo.blogspot.com/2010/08/es- | via VIVAnews
  • Emon
    28/08/2010
       Laporkan
    Kalau mau sehat makanlah makanan yang kamu tidak suka karena makanan yang disuka sudah terlalu banyak dikonsumsi harus diimbangi dengan makanan yg tidak disuka agar seimbang...... | via VIVAnews
  • nurdin diran
    28/08/2010
       Laporkan
    gw kaga setuju kalo es teh bisa mengakibat kan ginjal terganggu, kata siape, kata opini yang di atas tuh, justeru teh bagus buat kesehatan, yang bahaya itu minuman yang bergas kaya coca cola dan sejenis nya, gw curiga nih, ini tulisan komersil. | via VIVAnews
  • budi batam
    27/08/2010
       Laporkan
    bukan es teh , tapi teh o beng ,,,,,,,,,,salam batam | via VIVAnews
  • Aan
    24/08/2010
       Laporkan
    Penelitian minor tdk perlu jd kesimpulan yg berdampak besar. Memang sangat menguntungkan dilihat dr respon pembaca. Jelas2 manfaat nutrisinya jauh lebih besar drpd dampak negatifnya. Begitu jg bayam, cokelat, kacang2an, dan daging. Jadilah kritis. | via VIVAnews
  • anto
    24/08/2010
       Laporkan
    setuju sih,... gue juga ngalamin sendiri,...abis lebaran terasa sakit di pinggang dan buntutnya kena batu ginjal,... sakit .... sekarang udah aku ganti dengan air putih baik sahur dan buka,.... belajar dari pengalaman,... | via VIVAnews

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id