VIVALIFE

Wanita Ini Didiagnosis Miliki Dua Organ Intim

Wanita berusia 29 tahun ini memiliki uterus dan rahim ganda.
Senin, 27 Desember 2010
Oleh : Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti
Lauren Williams

VIVAnews - Dilihat dari postur tubuhnya, Lauren Williams, layaknya wanita biasa. Yang mengejutkan, ada hal yang membuat wanita asal Inggris berusia 29 tahun ini berbeda dari wanita normal lainnya. Dalam talk show Tyra Banks, Lauren mengaku terlahir memiliki dua vagina.

Kondisi itu membuat Lauren juga memiliki uterus dan rahim ganda. Itu sebabnya ia juga memiliki siklus haid yang tidak normal. Jika umumnya wanita haid sekitar 5 - 10 hari, namun masa haid Lauren bisa mencapai 21 hari.

Lewat penuturannya, Lauren mengaku, karena merasa menderita dengan kondisinya, ia memeriksakan diri ke dokter. Dari situlah dokter mendiagnosis Lauren mengalami kelainan, yang juga disebut didelphys Uterus atau rahim ganda.

Kasus yang dialami Lauren tergolong langka. Menurut Roger Harms, Ph.D., seorang konsultan kebidanan dan ginekologi di Mayo Clinic, memperkirakan, sebanyak 2-3 persen wanita di dunia memiliki kondisi tersebut.

Harms menambahkan, ia telah menemukan delapan wanita dengan rahim ganda pada tahun ini. Tidak semua manifestasi dari kondisi vagina melibatkan leher rahim ganda dan rahim ganda. Sebagian wanita yang mengalami didelphys Uterus hanya memiliki rahim ganda.

Gejala dari rahim ganda, antara lain nyeri haid berlebihan, serta pendarahan yang terlalu banyak selama periode menstruasi. Sayangnya, menurut Harms, masih banyak wanita mengabaikan kondisi ini. Biasanya baru terlihat setelah ginekolog menemukan kelainan selama pemeriksaan panggul rutin, seperti yang terjadi dalam kasus Williams.

Harms mengungkapkan, pembedahan umumnya tidak diperlukan, karena kondisi tidak mengancam jiwa. Wanita didiagnosis dengan rahim ganda harus berkonsultasi dengan dokter secara teratur jika mereka mengalami gejala tak biasa, merencanakan kehamilan, atau sudah hamil. "Sebab, selain bisa mengganggu kehidupan seksual, didelphys Uterus bisa menyebabkan komplikasi pada kehamilan, menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur. "

Namun ada juga wanita yang mengalami kelainan ini bisa menjalani kehidupan layaknya wanita normal. Seperti halnya yang dialami Lauren. Meski dibedah tapi dokter tidak membuang apa yang telah dimilikinya. Misalnya saja, rahim, ia bisa hamil normal, nanti janinnya akan mendorong rahimnya ke samping.

"Kemungkinan kehamilan sukses dengan kondisi ini sebenarnya cukup baik," Harms menambahkan seperti dikutip dari lam Aol.
 
Tapi menurut Harms, Lauren harus hati-hati saat bercinta. Dan, setelah hamil ia juga harus menggunakan pencegahan, karena dikhawatirkan bisa terjadi pembuahan di rahim kedua. Jika kedua rahim 'terisi', kondisi ini yang sangat membahayakan.

Baca juga: Hotel Gratis Asalkan Bikin Video Seks

- Skandal Terpanas 2010

TERKAIT
TERPOPULER