« Kembali
Ciuman Pertama Berakhir Kematian
Sesaat setelah ciuman, kelopak matanya terkulai, mulutnya berbusa, lalu jatuh ke lantai.
Pipiet Tri Noorastuti, Anda Nurlaila
Senin, 14 Februari 2011, 05:14 WIB
Jemma Benjamin (daily mail)
Jemma Benjamin (daily mail)

VIVAnews - Ciuman pertama biasanya menjadi momen paling mendebarkan sekaligus membahagiakan. Namun, tidak bagi Jemma Benjamin. Ciuman pertama gadis 18 tahun ini justru berakhir kematian. 

Jemma menghembuskan napas terakhirnya beberapa menit setelah berciuman dengan sang pacar, Daniel Ross, 21. Itu merupakan ciuman pertama sekaligus menjadi ciuman yang terakhir bagi gadis asal Treforest, Pontypridd, South Wales.

Daniel bercerita, malam itu ia mengantar Jemma pulang dari sebuah bar usai makan malam berdua. "Kami mengobrol dan akhirnya berciuman di lorong dekat pintu depan. Kami pergi ke dapur dan ruang tamu. Disana, Jemma duduk di sofa," katanya seperti dikutip Daily Mail.

Sesaat setelah berciuman, kelopak mata Jemma tiba-tiba terkulai, mulutnya berbusa, dan tubuhnya terjatuh ke lantai. "Kami tidak melakukan hubungan seksual. Kami hanya berkencan beberapa kali dalam seminggu," kata Daniel yang mengenal Jemma di bangku kuliah sejak tiga bulan terakhir.

Daniel spontan menelepon ibu Jemma untuk menanyakan apakah Jemma menderita epilepsi. Melihat Jemma kehilangan kesadaran, Daniel pun segera menghubungi petugas medis. Ambulans datang, dan tim medis mencoba menyelamatkan nyawa Jemma, namun tak tertolong.

Jemma meninggal dengan diagnosis kondisi jantung langka, sindrom kematian mendadak dewasa (SADS). Bahkan, tak jarang menyerang saat pengidapnya sedang tidur. Sindroma ini membunuh setidaknya 500 orang dewasa Inggris tiap tahun.

Satu dari 20 kasus jantung langka yang menyebabkan kematian mendadak tidak memiliki penyebab jelas. Kondisi ini disebut sindroma kematian mendadak arrhythmic. Ini terjadi akibat gangguan irama jantung, yang lebih memengaruhi fungsi listrik pada organ, daripada gangguan struktur jantung itu sendiri.

Itulah mengapa hanya dapat dideteksi pada saat seseorang hidup, bukan setelah kematian. Kesalahan aliran listrik pada jantung disebabkan oleh cacat pada DNA, yang dapat diwariskan.

Sang ibu, Charlotte Garwood, mengatakan, Jemma adalah anak yang sangat bugar semasa hidup. Selain atlet hoki, Jenna juga seorang perenang jarak jauh. "Itu gambaran kesehatannya. Dan, hanya dalam satu menit ia diambil dari saya. Saya sangat merindukannya," kata sang ibu.

Baca juga: Meninggal Mendadak Usai 'Permak' Bokong & Tradisi Kencan di Lima Negara

• VIVAlife   |   Share :  
  • Arif
    16/08/2011
       Laporkan
    CKCKCK untung w g bgtu tar ikut mati lgi | via VIVAnews
  • hernedi
    02/03/2011
       Laporkan
    Begitulah jalan hidup,,,kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya,,,jadi manfaatkanlah sisa-sisa kehidupan kita dengan baik dan yang bermanfaat. | via VIVAnews
  • citra ciutek abezzzzzzzzz
    02/03/2011
       Laporkan
    Duh Kasihan nya baru ciuman pertama udah brakhir kematian | via VIVAnews
  • dewyblonde
    02/03/2011
       Laporkan
    saking seneng nya kali ya , tapi so Scary juga ,, | via VIVAnews
  • jesus ximenes
    02/03/2011
       Laporkan
    Saat lahirnya seorang anak manusia sudah cukup tua untuk mati. Maka syukurilah rahmat itu.... | via VIVAnews
  • demonlannic
    02/03/2011
       Laporkan
    Waduh kasian bener yah | via VIVAnews
  • yani hana
    02/03/2011
       Laporkan
    ceritanya so sweet banget,tapi penyakitnya ngeri banget | via VIVAnews
  • NAZRUL
    28/02/2011
       Laporkan
    MUNGKIN INI TAKDIR DARI TUHAN ..... SGLA SESUATU YG TLAH D TAKDIRKAN LEH TUHAN ITU KAN TRJD | via VIVAnews
  • dhonie
    26/02/2011
       Laporkan
    kyk film az | via VIVAnews
  • hackercool
    25/02/2011
       Laporkan
    kematian yang tragis... tapi juga kematian paling membahagiakan bagi si gadis... karena dia meninggal pada saat berbahagia... | via VIVAnews

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id