« Kembali
Penyebab Nyeri Saat Hubungan Intim
Rasa sakit selama hubungan intim bisa menimbulkan trauma pada wanita.
Anda Nurlaila, Febry Abbdinnah
Selasa, 14 Juni 2011, 14:23 WIB
Pasangan (doc Corbis)
Pasangan (doc Corbis)

VIVAnews - Melakukan hubungan seksual bagi wanita terkadang menyakitkan. Seringkali nyeri selama hubungan intim akibat  iritasi, hingga risiko infeksi yang dapat pendarahan. Dari segi mental, hubungan seksual yang menyakitkan dapat memunculkan trauma tersendiri.

Ada banyak faktor yang menyebabkan iritasi seperti kekeringan pada vagina, penetrasi yang terlalu dalam, atau karena posisi tubuh selama hubungan intim.

Namun, banyak hal dapat dilakukan untuk menghindari rasa sakit ketika berhubungan intim dengan suami. Berikut cara-cara menghindari rasa sakit seperti dilansir dari Shine.

1. Dehidrasi

Dehidrasi dapat menyebabkan kekeringan pada organ intim wanita sehingga mengakibatkan rasa sakit ketika berhubungan seks. Untuk menggambarkannya, Anda dapat menggosok-gosokkan kedua tangan, Anda pun akan merasa panas dan iritasi.

Hal inilah yang terjadi ketika kelembaban vagina menurun karena dehidrasi, tetapi mungkin akan lebih menyakitkan daripada pergesekan tangan Anda.

Menurut Klinik Mayo, ada beberapa cara untuk menghindari dehidrasi.
Rata-rata wanita memerlukan sekitar 9 gelas air untuk menggantikan
cairan yang hilang. Jika Anda mengalami sakit akibat seks, Anda harus
minum lebih banyak untuk menjaga kelembabannya.

2. Penetrasi terlalu dalam

Untuk beberapa wanita, sakit akibat seks terjadi karena posisi yang
mengakibatkan terjadinya penetrasi dalam. Sebelum melakukan hubungan seksual, bicarakan posisi bercinta yang membuat Anda nyaman dan mengurangi rasa sakit. Posisi woman on top, dan missionary adalah posisi yang memungkinkan Anda mengontrol penetrasi.

3. Bakteri di organ intim

Membersihkan organ intim memang penting, tetapi terlalu sering
membasuhnya dengan obat anti bakteri dapat mengurangi jumlah bakteri baik di vagina.

Seiring waktu, membersihkannya secara reguler dapat meningkatkan infeksi dan iritasi pada vagina. Mencuci daerah vagina dengan sabun lembut dan air sudah cukup menghilangkan aroma yang tidak
diinginkan dan menjaganya tetap bersih.

Jika ingin menggunakan obat anti bakteri, pastikan obat tersebut dapat menjaga pH pada vagina dan lebih baik konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

4. Menopause

Ketika masa menapause tiba, hormon estrogen tidak lagi menjaga vagina sehingga vagina akan kering. Estrogen menjaga kelembaban vagina, ketika estrogen tidak lagi diproduksi tubuh, vagina tak lagi memiliki 'pelumas'. Menggunakan pelumas sebelum berhubungan intim akan mengurangi iritasi dan rasa sakit.

• VIVAlife   |   Share :  

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id