VIVALIFE

Petani Sawit Lampung Merugi

Frustasi, petani membiarkan sawit busuk di batangnya
Senin, 13 Oktober 2008
Oleh : Elin Yunita Kristanti
Ilustrasi Uang 1

VIVAnews – Krisis ekonomi global berimbas pada menurunnya harga komoditas sawit di Lampung. Harga tandan buah segar (TBS) di pasar yang sebelumnya Rp 1800/kilogram turun menjadi Rp 1300/kilogram. Sawit yang berusia tujuh tahun harganya juga menurun dari Rp 1700/kilogram menjadi Rp 740/ kilogram.

Penurunan harga komoditas sawit membuat petani Lampung merugi. Sebagian petani memilih membiarkan saja sawitnya membusuk di batang karena frustasi tidak dapat mengembalikan biaya operasional dan pemeliharaan kebun.

"Harganya sangat rendah Mas, gimana mau mengembalikan biaya operasional kalau harganya segitu?" kata petani sawit di kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Sahdana, kepada wartawan.

Petani berharap Pemerintah Propinsi Lampung segera mengambil langkah agar harga sawit tidak terus turun ke level yang paling rendah.

Menurut informasi yang didapat wartawan, Pemerintah Lampung mengagendakan pertemuan dengan seluruh pengusaha ekspor dan impor di Lampung pada 15 Oktober 2008.* Kontributor: Agusta Hidayat


TERKAIT
TERPOPULER