VIVALIFE

Berburu Menu ‘Pabukoan’ di Padang

Selama ramadan ada beberapa 'pasar kaget' yang menawarkan menu berbuka.
Rabu, 17 Agustus 2011
Oleh : Anda Nurlaila
pasar pabukoan di Padang

VIVAnews -  Sepanjang bulan ramadan terutama menjelang berbuka di Pasar Pabukoan di kawasan Balaikota Padang, sapaan 'Singgah lah buk, pak  bali lah pabukoan' akan kerap singgah di telinga. Ajakan menggoda untuk membeli aneka penganan berbuka khas Minang.

Lokasi pasar pabukoan tidak besar, hanya tiga tenda berukuran sedang yang dipasang memanfaatkan pinggiran perempatan jalan Imam Bonjol. Sejumlah camilan khas Minang seperti onde-onde, sarabi kuah, dan bubur sum-sum, bisa Anda temukan di sini. Banyak lagi panganan lain khas Minang yang bisa Anda dijumpai.

Semua harga menu takjil terjangkau, mulai dari Rp1.000 per buah hingga Rp6.000 satu bungkus. Selama Ramadan, tempat ini memang dikhususkan sebagai tempat 'pasar kaget' tempat berjualan makanan ‘pabukoan’ bagi warga di sekitar Pasaraya Padang.

Kawasan balaikota bukanlah satu-satunya titik untuk menikmati lezatnya masakan Minang untuk berbuka puasa. Sejumlah titik tempat berburu takjil bisa dijumpai di kawasan jalan Patimura yang banyak diincar kawula muda.

Kondisi serupa masih bisa Anda temukan di sejumlah ruas jalan kota seperti jalan Jati, Alai, Simpang Haru, dan sejumlah ruas lain di berbagai sudut kota. Hanya di bulan Ramadhan dagangan seperti ini mudah dijumpai. Pada hari biasa, hanya tempat-tempat tertentu seperti toko kue yang menyediakan penganan khas Minang.

Dibanding beberapa tahun sebelumnya, jumlah pedagang yang menjual panganan dan makanan untuk berbuka puasa tahun ini agak menurun. Kondisi ini juga dipicu dengan naiknya harga rata-rata makanan berbuka yang dijual para pedagang.

“Tahun kemarin masih ada yang dijual Rp800 per buah, sekarang rata-rata Rp1000, naik sekitar Rp200,” kata Zul (36), pedagang pabukoan di jalan Patimura. Bahkan, kolak juga naik Rp1000," ujarnya.

Para pedagang ini mengaku, kenaikan sejumlah harga bahan mendongkrak kenaikan harga sejumlah makanan yang mereka jual. Dampaknya, omset penjualan pedagang  takjil ramadan tahun ini sedikit menurun.

“Penjualan rata-rata sama dengan tahun lalu, bedanya biaya yang kita keluarkan (biaya produksi) jauh lebih besar dari puasa tahun lalu,” aku Fitri, pedagang di Pasar Pabukoan.  Pembeli pun jauh berkurang dibanding puasa sebelumnya.

Meski begitu, omset selama ramadan jauh lebih baik dibanding hari-hari biasa, "Omset ndak banyak, hanya sekitar Rp5 juta sehari,” ujar Rina, salah seorang pedagang pabukoan di sela-sela kesibukannya melayani pembeli. (eh)

(Eri Naldi|Padang)

TERKAIT
TERPOPULER