TUTUP
TUTUP
VIVALIFE

VIDEO: Terjemahan Budaya Empat Perancang

Mereka menerjemahkan budaya Indonesia dalam rancangan yang elegan.
VIDEO: Terjemahan Budaya Empat Perancang
Karya Ghea Panggabean di IFW 2012 (VIVAnews/Mutia Nugraheni)

VIVAnews - Menggali budaya Indonesia memang tak akan pernah ada habisnya. Hal inilah yang ingin ditunjukkan oleh empat perancang busana kebanggaan Indonesia, Deden Siswanto, Eny Ming, Ghea Panggabean, dan Defrico Audy.

Dalam acara Indonesia Fashion Week 2012, mereka menggelar peragaan busana bertajuk 'Psychedelic Slang'. Dengan interpretasi masing-masing, keempat perancang menerjemahkan budaya dan kehidupan dengan cara yang sangat elegan.

Debutante Delight oleh Deden Siswanto

Menggabungkan garis busana Kerajaan Jawa dan busana Eropa klasik. Beskap dan motif lurik diubahnya menjadi busana nan mewah dengan sentuhan hand print, digital print, dan bordir tangan.

"Warna-warna indigo kali ini menjadi andalan saya. Dengan sentuhan Eropa kolonial membuat busana jadi lebih elegan," ujar Deden.

Re-Construction oleh Eny Ming

Hitam dan abu-abu, warna ini jadi ciri khas karya-karya Eny Ming. Permainan cutting pun tak ketinggalan. Ini seakan menggambarkan sebuah rekonstruksi kehidupan yang tak ada habisnya.

"Bentuk karya saya seperti patchwork dengan siluet unik," kata Eny.

Orientalism oleh Ghea Panggabean

Ghea sedang jatuh cinta pada motif peranakan China. Kali ini berusaha untuk menerjemahkannya secara lebih modern. Kebaya encim, batik pesisir, aneka bordir bunga, dan burung Hong diaplikasikannya pada blouse serta jaket.

Motif keramik biru putih atau dikenal dengan istilah Ming Blue, dibuatnya menjadi busana siap pakai. Cerahnya biru, diaplikasikan pada gaun berpotongan sederhana dan blouse Cheongsam.

Ia juga menampilkan koleksi couture. Bahan velvet ia buat menjadi gaun panjang dengan detail motif mewah di bagian punggung.
    
Wong Kito Chino oleh Defrico Audy

Kain Songket Sumatera Selatan dipadukan dengan berbagai bahan seperti tulle, french lace, Thai silk, satin duchess, dan chiffon silk. Terinspirasi dari busana bangsawan kerajaan Sriwijaya, Audy mengolahnya menjadi busana modern dan mewah.

"Saya membuatnya menjadi bolero, vest, dan cardigan. Termasuk, evening dress," ujarnya.

Lihat peragaan busana yang menampilkan karya-karya Deden Siswanto, Eny Ming, Ghea Panggabean, dan Defrico Audy di video ini. (art)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP