File Not Found
VIVALIFE

Hydrocephalus Bisa Serang Orang Tua

Hydrocephalus mengancam segala usia dengan penyebab beragam.
Jum'at, 27 April 2012 | 13:13 WIB
Oleh : Pipiet Tri Noorastuti
Hydrocephalus Bisa Serang Orang Tua
Anargia Adillah (Dilla), balita penderita hydrocephalus (Antara)

VIVAnews – Mendengar kata hydrocephalus, kita mungkin langsung terbayang bayi atau anak-anak kecil dengan ukuran kepala membesar. Tapi nyatanya, kelainan akibat penumpukan cairan di otak yang membuat tekanan di kepala tinggi ini juga mengancam orang tua.

Dokter spesialis bedah saraf, M Radhian Arief, mengatakan bahwa hydrocephalus mengancam segala usia dengan penyebab beragam. Salah satunya adalah hydrocephalus yang sering ditemukan pada orang lanjut usia atau 55 tahun ke atas.

Di dunia medis, penyakit tersebut dikenal sebagai Normal Pressure Hydrocephalus (NPH), yaitu suatu jenis hydrocephalus dengan tekanan yang fluktuatif. Kadang normal, kadang tinggi, sehingga gejalanya tak sama dengan hydrocephalus pada umumnya, meski tetap disertai pembesaran ukuran kepala.

Gejala NPH terbagi dalam tiga kategori: amnesia, ataksia dan inkontinensia. Amnesia biasanya ditunjukkan dengan ketidakmampuan mengingat hal-hal sederhana seperti nama orang-orang terdekat, tempat, atau waktu.

Ataksia, ketidakmampuan untuk menjaga postur dan keseimbangan badan sehingga cenderung mudah jatuh saat berdiri atau berjalan. Inkontinensia, ketidakmampuan menahan berkemih atau suka ngompol. "Ketiga gejala ini timbul akibat tekanan pada pusat-pusat kontrol di otak oleh hydrocephalus."

Diagnosis kondisi ini bisa dilakukan dengan pemeriksaan CT Scan kepala atau pemasangan monitor tekanan intrakranial untuk mengevaluasi fluktuasi tekanan di dalam kepala.

Anargia Adillah
Sementara pada anak-anak, hydrocephalus biasanya dibarengi dengan keterbelakangan mental akibat otak gagal tumbuh dan berkembang. Ini seperti yang menimpa Anargia Adillah, bocah 3,5 asal Gang Lopis Bawah RT 02 RW 05, Kebon Pedes, Tanah Sereal, Bogor.

Dilla, panggilan bocah itu, menderita hydrocephalus sejak lahir, 9 Oktober 2008. Sejumlah pengobatan yang ditempuh di tengah keterbatasan biaya belum membuahkan hasil. Dengan lingkar kepala hampir 100 sentimeter, bocah itu hanya bisa berbaring. Tak sanggup lagi menggerahkan kaki dan tangannya.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
TERPOPULER