« Kembali
Mencipta Darah Sintetis untuk Transfusi
Muncul di tengah tingginya kebutuhan transfusi darah yang tak sebanding dengan pendonor.
Pipiet Tri Noorastuti
Selasa, 8 Mei 2012, 10:33 WIB
kantong transfusi darah (inmagine)
kantong transfusi darah (inmagine)

VIVAnews - Sejumlah ilmuwan tengah mencoba mengembangkan cairan darah buatan atau artificial blood. Keberhasilan temuan ini menjadi harapan besar untuk menyelamatkan ribuan nyawa yang membutuhkan donor darah dalam situasi genting.

Ide pengembangan darah sintetis itu muncul di tengah tingginya kebutuhan transfusi darah yang tak sebanding dengan jumlah pendonor, terutama di area-area terpencil dan kawasan konflik.

Adalah tim peneliti dari Universitas Edinburgh dan Bristol yang mengembangkan darah sintetis dari sel-sel induk tali pusar embrio. Mereka menggunakan sebuah mesin yang meniru kerja sumsum tulang belakang untuk memproduksi sel darah merah dalam jumlah besar.

Secara fungsional, sel darah merah yang dihasilkan di laboratorium tersebut tidak berbeda dengan sel darah merah yang diproduksi langsung oleh sumsum tulang belakang di dalam tubuh. Sebab, mesin yang digunakan meniru cara kerja sumsum tulang belakang.

Sementara sejumlah ilmuwan dari Universitas Wuhan, China, dan Universitas Albany, New York, mengembangkan protein darah dari beras. Mereka mengklaim dapat mengekstrak beras menjadi albumin, protein dalam darah yang sering digunakan untuk mengobati luka bakar, trauma, dan penyakit hati.

Mereka berharap temuan itu menjadi alternatif aman untuk menyelamatkan nyawa manusia di tengah keterbatasan darah donor, sekaligus memperkecil risiko penularan HIV dan Hepatitis melalui tranfusi.

Darah donor umumnya dipisahkan dalam tiga komponen: sel darah merah, platelet, plasma. Platelet bermanfaat untuk membantu pembekuan darah. Sedangkan plasma memuat komponen utama berupa protein yang disebut serum albumin. Plasma biasa diberikan kepada pasien yang kehilangan darah berat.

Albumin, yang merupakan protein paling melimpah dalam darah, berperan melakukan fungsi-fungsi penting, termasuk membawa hormon dan mineral ke seluruh tubuh, membersihkan racun berbahaya dari aliran darah, dan membantu mengatur tekanan darah.

"Albumin adalah sebuah protein penting. Kebutuhannya diperkirakan lebih dari 500 ton per tahun di seluruh dunia," kata Dr Daichang Yang dari Universitas Wuhan. "Produksi protein ini dari donor darah manusia sangat terbatas, sementara permintaan klinis sangat tinggi."

Terlepas keberhasilannya, pegembangan sel darah merah sintetis memunculkan kritik sejumlah kalangan. Namun, sekaligus memunculkan harapan di hari palang merah internasional yang jatuh hari ini, 8 Mei 2012. (eh)

 

• VIVAlife   |   Share :  
  • 08101992
    08/05/2012
       Laporkan
    semoga efek sampingnya tidak berbahaya bagi manusia | via VIVAnews

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id