« Kembali
Film Soegija Jadi Kontroversi
Banyak orang menilai bahwa film ini akan mempengaruhi iman seseorang jika menontonnya.
Lutfi Dwi Puji Astuti, Winda Yanti
Kamis, 17 Mei 2012, 03:08 WIB
Ilustrasi film  
Ilustrasi film  

VIVAnews - Kontroversi mengenai film Soegija marak dibicarakan di dunia maya dan Blackberry Messenger (BBM). Banyak orang menilai bahwa film ini akan mempengaruhi iman seseorang jika menontonnya. Mendengar hal itu, salah satu pemain dalam film ini, Butet Kertaradjasa menyayangkan adanya pendapat seperti itu.

"Tidak akan ada iman seseorang itu berubah hanya karena menonton karya seni. Saya kasihan kenapa orang berpikir sedangkal itu. Sama halnya dengan orang beli makan nanya ini yang masak agama apa, udah sunat belum? Kan lucu. Gosip itu saya anggap promosi gratisan aja," tutur Butet saat ditemui di Ballroom Hotel Gran Melia, Kuningan, Selasa, 16 Mei 2012.

Pemain teater yang juga komedian ini juga menambahkan bahwa film garapan Garin Nugroho ini bukanlah film tentang keagamaan seperti yang ramai dibicarakan.

"Ini film tentang manusia yaitu seorang uskup pertama di zaman perang. Banyak perannya untuk negara ini salah satunya menghentikan perang 5 hari di Semarang antara Jepang, gerilyawan, dan pasukan Belanda," katanya.

Di film ini, Butet berperan sebagai Koster Toegimin. Untuk mendalami karakternya tersebut, ia bertemu langsung dengan seorang koster di salah satu gereja. Film yang juga melibatkan sejumlah seniman ternama seperti Landung Simatupang, Djaduk Ferianto, Nirwan, dan Olga Lidya ini akan tayang 7 Juni 2012 mendatang.

Butet berharap film ini dapat menumbuhkan semangat nasionalisme dan memberi inspirasi tentang multikultural dalam basis nasionalisme.

"Jadi film ini tujuannya untuk menumbuhkan nilai-nilai nasionalisme, kemanusiaan dan bagaimana harus bersikap dalam situasi yang tidak stabil," tambahnya.

• VIVAlife   |   Share :  
  • princes82
    09/06/2012
       Laporkan
    jmn pnjajahan dulu smua ras jd stu untuk lwn pnjajah,tdk ada rasis,yg bkin rasis dulu pmrntah belanda biar kta prng sodara(nah klo skrng pda rasis brarti warisan pnjajah blm ilang),jgn ilmunya dangkal dulu aja ada org ket blanda lwn blanda Dr douwes decke | via VIVAnews
    • princes82
      09/06/2012
      Laporkan
      simple yg brfikir fanatik lbh baik jgn di indonesia,lbh baik pindah ke negara yg rakyatnya cuma menganut 1 agama sja,yg brfikir luas tau artinya bhineka tunggal ika,toleransi,keberagaman | via VIVAnews
  • beranisuci
    08/06/2012
       Laporkan
    Contoh konkrit, saya nonton film Shaolin di mana para bhiksunya begitu taqwa pada agama mereka dan begitu hebat berjuang membela yang tertindas, tapi tidak membuat saya berpindah agama menjadi Buddhist | via VIVAnews
    • princes82
      09/06/2012
      Laporkan
      betul,saya menonton film ayat2 cinta juga ga terpengaruh pdhl bnyak mengenai agama dan ceritanya ada yg jd mualaf juga tp saya malah makin teguh iman nasrani saya,sya nntn soal kungfu jg biasa aja, saya belajar dan mengenal budaya, dan agama lain, memperk | via VIVAnews
    • beranisuci
      08/06/2012
      Laporkan
      Contoh lain, ntn film Catatan Si Boy dan mengagumi tokohnya yg rajin shalat dan berbuat kebaikan, tidak membuat saya pindah agama. Yg penting meniru kebaikannya, krn pd dasarnya semua agama sama mengajarkan kebaikan. Semoga Tuhan memberkati kita semua | via VIVAnews
    • beranisuci
      08/06/2012
      Laporkan
      Saya nonton film Catatan Si Boy dan mengagumi tokohnya yang tidak pernah alpa shalat 5 waktu dan membela kebenaran, tapi tidak membuat saya berpindah agama, karena yg patut ditiru adalah teladan baik dari tokoh2 itu, karena semua mengajarkan kebaikan yang | via VIVAnews
  • makepeacenotwar
    06/06/2012
       Laporkan
    mbak, pernah denger film "lawrence of arabia"? atau "lion of the dessert" yang diperankan oleh anthony quinn?anda maksud prevent from what? orang barat lebih open minded kok mbak.. jangan takut. | via VIVAnews
  • finanto
    02/06/2012
       Laporkan
    Janganlah beragama menjadikan manusia tolol. Ibarat, kalau anda seorang laki2 lalu masuk ke WC perempuan, apakah setelah keluar WC anda akan menjadi perempuan juga? Ini hanya film karya seni. Kalau sama film saja takut, iman macam apa yang anda punya? | via VIVAnews
  • joegreg
    28/05/2012
       Laporkan
    Ini baru komentar2 yg bermakna... | via VIVAnews
  • joegreg
    28/05/2012
       Laporkan
    Moeslim Abdurrachman Antorpolog Kalau saya katolik dan jual voucher untuk membiayai film Garin ini, saya kecewa, karena ini bukan film uskup. Ini film tentang keberagaman. | via VIVAnews
  • andreas.atenx.bambang
    26/05/2012
       Laporkan
    Hm.. buat yang bertanya2 seperti saudari aulia.. Pernah tahu gak.. bahwa di vatikan yang luasnya cuman beberapa puluh hektar.... ada masjid di sana... Atau di Yerusalem.. masjid.. gereja.. dan sinagoga berdiri berdampingan.... Ibrahim aja Yahudi kok... | via VIVAnews
  • santi_h
    24/05/2012
       Laporkan
    Justru keimanan seseorang diuji,apakah keimanan seseorang akan goyah atau tidak..dan itu sdh mjd urusan Allah..dan keimanan seseorang tidak bisa dikekang oleh orang atau sekelompok orang/organisasi massa,,krn keimanan ada pada individu dan bukan paksaan.. | via VIVAnews
  • wongijo
    24/05/2012
       Laporkan
    emang ada kontroversi to?? baru tau... STRATEGI MARKETING nih.. kualitas film....lihat fakta sejarah | via VIVAnews
  • aditya.ramadhani
    23/05/2012
       Laporkan
    Kontroversi film "Soegia" seharusnya tdk perlu terjadi karena keimanan seseorg tidak bisa dg mudah berubah hanya karena sebuah film. Yang berikutnya, mengapa kaum minoritas selalu yang dipersalahkan? Yang berikutnya, mengapa memperdebatkan perbedaan terus | via VIVAnews

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id