« Kembali
Lima Mitos Seputar Menopause
Banyak mitos yang dianggap informasi valid mengenai menopause.
Anda Nurlaila, Stella Maris
Selasa, 5 Juni 2012, 16:48 WIB
Banyak wanita percaya tubuh akan melar begitu siklus menstruasi berhenti.  
Banyak wanita percaya tubuh akan melar begitu siklus menstruasi berhenti.  

VIVAlife - Menopause adalah proses biologis alami yang terjadi dalam kehidupan setiap wanita. Masa ini ditandai sebagai akhir menstruasi dan masa kesuburan wanita.

Namun, banyak mitos yang kerap dianggap sebagai pengetahuan umum mengenai menopause. Healthline mengupas beberapa di antaranya:

1. Menopause membuat gemuk

Banyak yang menyangka, begitu tak lagi menstruasi, tubuh akan melar. Hal ini hanyalah rumor, sebab tidak ada bukti penelitian bahwa menopause dapat menyebabkan Anda menjadi gemuk.

Terkadang makanan yang Anda pilih dan aktifitas fisiklah yang memengaruhi kegemukan Anda saat menopause. Untuk menghindari kegemukan, Anda dapat melakukan latihan skipping atau cardio, setiap harinya melakukan latihan dalam mengontrol porsi makanan Anda.

2. Menopause mulai umur 50 tahun

Wanita pada umumnya memasuki masa menopause pada usia 45 dan 55 tahun, tapi dalam kasus lain ada pula wanita yang sudah memulai masa menopausenya pada usia 30an. Paling lama mereka baru memulai menopausenya pada usia 60an.

Perlu diingat, secara teknis menopause terjadi hanya sekali jika wanita tersebut tidak lagi mengalami menstruasi lagi selama 12 bulan berturut-turut. Sampai saat itu tiba, seorang wanita dianggap perimenopause.

3. Gejala menopause hanya dari fisik

Akan sulit untuk mengetahui banyaknya gejala fisik yang dirasa tak nyaman selama masa menopause, seperti nyeri di bagian payudara dan bagian alat vital yang kering. Semua perubahan saat menopause dikarenakan kondisi mental termasuk depresi dan perubahan suasana hati.

Pada tingkat fisiologis, menopause terjadi ketika seorang wanita tidak lagi memproduksi cukup estrogen dan progesteron. Beberapa ilmuwan percaya bahwa, penurunan estrogen disebabkan karena perubahan otak yang memicu depresi sedangkan yang lain percaya depresi yang dipengaruhi oleh gejala fisik pengalaman seseorang. Disamping itu, pada umumnya wanita yang sudah memasuki menopause mengalami perubahan emosional.

4. Menopause menyebabkan inkontinensia urin

Meskipun antara 10 dan 30 persen wanita berusia antara 50 sampai dengan 64 tahun,  pernah mengalami inkontinensia urin, bukan berarti ini adalah efek dari kondisi menopause mereka. Inkontinensia urin adalah gangguan yang lebih sering terjadi pada wanita yang pernah melahirkan daripada yang belum pernah melahirkan, ini disebabkan karena perubahan otot dan fasia di dasar panggul.

Oleh karena itu inkontinensia urin dapat dilihat dari beberapa faktor yang memengaruhinya, seperti kelebihan berat badan, otot panggul melemah karena melahirkan dan penuaan, infeksi kandung kemih, dan kondisi medis lainnya. Namun, Anda dapat mengantisipasinya dengan berlatih senam kegel dan menjaga kebersihan vagina yang baik karena dapat dapat membantu mengurangi inkontinensia.

 
5. Menopause dapat membunuh dorongan seksual

Penurunan kadar estrogen memang dapat menyebabkan kekeringan pada vagina, akan tetapi dengan sendirinya bagian ini dapat membuatnya menjadi lebih baik. Banyak wanita yang menemukan rasa baru, dalam kondisi seperti ini, mereka justru menjadi lebih percaya diri, terutama di usia setengah baya. Mereka akan mulai memfokuskan perhatiannya pada kebutuhan biologisnya sendiri.

Untuk lebih mendekatkan Anda dengan pasangan, Anda dapat membeli pakaian tertentu agar terlihat lebih seksi. Tak hanya itu Anda juga diwajibkan untuk lebih memerhatikan kesehatan vagina Anda, memakan makanan sehat, dan berolahraga. (eh)

 

• VIVAlife   |   Share :  

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id