« Kembali
Main Opera Batak, Choky Terkendala Bahasa
Meski berdarah Batak, Choky lahir dan besar di Bandung.
Maya Sofia, Rizky Sekar Afrisia
Rabu, 29 Agustus 2012, 18:05 WIB
Menyandang marga Batak di belakang namanya, membuat Choky dipilih oleh sutradara Bonar Gultom menjadi pemeran utama pria dalam opera Batak berjudul Aragado Bona Ni Pinasa. (VIVAnews/ Muhamad Solihin)
Menyandang marga Batak di belakang namanya, membuat Choky dipilih oleh sutradara Bonar Gultom menjadi pemeran utama pria dalam opera Batak berjudul Aragado Bona Ni Pinasa. (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

 

VIVAlife - Menyandang marga Batak di belakang namanya, membuat Choky dipilih oleh sutradara Bonar Gultom menjadi pemeran utama pria dalam opera Batak berjudul Aragado Bona Ni Pinasa. Opera tersebut rencananya akan digelar di Jakarta Convention Center, 1-2 September mendatang.

Choky memerankan tokoh Gorga, seorang pemuda Batak yang keluar dari kampung halamannya untuk menimba ilmu serta pengalaman dari dunia, kemudian kembali lagi demi membangun Tanah Airnya. Ini pertama kalinya presenter Take Him Out itu ikut bermain dalam sebuah opera Batak, meski sudah pernah dua kali terlibat pembuatan film layar lebar.

“Ini kepercayaan yang besar, sekaligus tantangan yang berat,” ujarnya dalam konferensi pers Aragado Bona Ni Pinasa di Menara Energy, SCBD Sudirman, Rabu, 29 Agustus 2012.

Yang menjadi kendala utamanya, justru adalah bahasa. Meski berdarah Batak, Choky lahir dan besar di Bandung, Jawa Barat. Ia sama sekali tidak bisa berbahasa Batak. Sementara, opera menggunakan bahasa dan lagu-lagu Batak.

“Saya harus nyanyi 20 lagu, dan kebanyakan lagu Batak yang baru buat saya karena saya nggak pernah dengar,” katanya.

Choky mengakui, memang banyak yang tidak ia mengerti soal Batak. Namun karena ia memiliki darah Batak, bintang film Sang Dewi itu pun berniat memahami lagu-lagunya. Demi menghafal dan menjiwai lagu, ia meminta sang sutradara untuk menerjemahkan bahasa Batak untuknya. Sang istri, Melissa Aryani alias Chacha, pun ikut membantunya.

“Saya berinisiatif memasukkan beberapa lagu ke handphone-nya, jadi bisa sambil dengerin terus biar hafal,” ujar Chacha yang saat itu mendampingi Choky.

Selain itu, Choky juga harus terjun sendiri mendatangi acara-acara Batak demi menghayati perannya. “Saya juga banyak sharing dengan tokoh-tokoh Batak, saudara-saudara saya juga. Mereka bilang, saya seperti Gorga. Memang opera ini mewakili perasaan hampir semua orang Batak,” kata Choky.

 

• VIVAlife   |   Share :  

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id