« Kembali
Fenomena Kedai Kopi Lokal
Berawal dari kedai kopi asing, minuman kopi lokal pun ikut naik daun.
Mona Indriyani, Tasya Paramitha
Rabu, 19 September 2012, 03:38 WIB
Secangkir kopi lokal membius masyarakat perkotaan.  
Secangkir kopi lokal membius masyarakat perkotaan.  

VIVAlife – Manis itu gula, asin itu garam, sedangkan kopi itu pahit. Tiga rasa ini selalu melekat dalam benak. Meski bercita rasa pahit, kopi adalah minuman wajib di setiap rumah. Tak percaya? Setiap Anda bertamu, tuan rumah hanya akan menawarkan tiga jenis minuman: mau air putih, teh, atau kopi.

Di berbagai era, kopi memang selalu menjadi penghuni tetap dalam daftar belanja. Konon, di zaman dahulu banyak orang tua yang memberikan kopi sebagai obat untuk meredakan kejang yang terjadi pada seorang anak.

Kopi memang telah menjadi bagian erat dalam kehidupan masyarakat Indonesia, terutama dua tahun belakangan ini. Dengan masuknya salah satu kedai kopi asing seperti Starbucks ke Indonesia ternyata membawa pengaruh besar terhadap gaya hidup masyarakat urban. Mungkin awalnya hanya sekadar ikut-ikutan ngopi di kedai kopi beken. Namun, tak dapat dipungkiri, bahwa kehadiran gerai kopi asing juga membuat nama kopi lokal dan budaya minum kopi pun naik daun.

Nikmati Fasilitas di Kedai Kopi Asing 

Kehadiran kedai kopi asing kini adalah bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat urban. Mereka lebih mengandalkan kedai kopi untuk nongkrong atau meeting. Sambil berdiskusi dengan menyesap secangkir kopi panas atau segelas kopi dingin serta ditemani sepotong snack. Dengan mengunjungi kedai kopi tersebut, beragam fasilitas juga seolah didapat gratis. Seperti wifi. Waktu meeting atau nongkrong pun bebas tanpa ada ikatan waktu.

Menurut Adi  W. Taroepratjeka, seorang konsultan kopi, banyak orang yang datang ke kedai kopi hanya untuk menikmati fasilitas yang ada bukan untuk secangkir kopi. Bahkan, yang berkunjung ke kedai kopi ini tak semuanya memesan kopi, banyak yang lebih memesan iced blended, ice tea, atau minuman lainnya.

Kopi Lokal Jadi Trending Topic


Di negara tetangga, kopi lokal bukanlah hal asing. Uniknya, hampir sebagian masyarakat Indonesia sadar akan kehebatan kopi lokal saat mereka bersekolah di luar negeri. Kehebatan nama kopi lokal pun mereka rasakan saat mengunjungi coffee shop warabala mancanegara. Nama kopi Mandailing, kopi Papua, dan kopi Bali kini disandingkan dengan kopi-kopi merek asing, seperti dari Meksiko atau Uruguay.

Melihat kedai kopi asing yang menjadi sorotan publik, memicu adanya peluang bisnis. Tentu saja hal ini tak akan dilewatkan oleh sebagian orang yang kembali ke tanah air. Dengan menjual kopi lokal dalam kedai layaknya kedai kopi asing tentu akan menjadi hal yang baru, dan mengangkat nama kopi lokal.
 
Tengok saja, kedai kopi Anomali dan Bakoel Koffie. Kemunculan dua kedai kopi lokal ini mendulang kesuksesan dengan cepat. Awalnya, tak semua orang tahu tentang kopi lokal, tapi kehadiran dua kopi ini kopi lokal ini memicu peluang bisnis baru tentang kedai kopi khas Indonesia.

Antara Nasionalisme dan Bisnis


“Kalau ditanya mengapa kedai kopi lokal menjadi fenomena, hanya ada satu jawaban yaitu latah,” jelas Adi. Kopi lokal banyak dipilih oleh sebagian orang karena jenis kopi lokal banyak dikenal di luar negeri. Menurut Adi, banyak orang mengaku, minum kopi lokal karena jiwa nasionalisme. Minum kopi yang menimbulkan rasa nasionalisme memang baik, asal tak melewati batas. Mungkin, ini juga menjadi alasan mengapa kopi lokal ada di segala tempat.

Meski begitu, tak sedikit juga orang yang melihat ini sebagai peluang bisnis. Mia, istri Adi yang juga konsultan kopi menambahkan, tak mesti harus paham kopi lokal untuk membuka bisnis kedai kopi. Siapa pun bisa membuka bisnis kedai kopi lokal, bahkan tak sedikit kedai kopi lokal yang owner-nya tak paham tentang jenis kopi.

Kopi Lokal Ada Sejak Zaman Nenek Moyang


Budaya minum kopi hitam bukanlah hal baru di sebagian daerah di Indonesia. Di Tanjung Pinang, Aceh, Pontianak, banyak yang orang yang sekadar ngumpul di warung kopi untuk menikmati secangkir kopi hitam. Kopi hitam atau susu dalam gelas dengan tatakan piring ceper, kerap mereka nikmati dalam keseharian.

Namun, hal berbeda dengan di Jakarta. Minum kopi menjadi tren dan budaya baru bagi masyarakat perkotaan. Minum espresso dalam cangkir mungil di coffee shop akan menghadirkan penilaian berbeda dalam diri. Mereka merasa sangat masa kini saat memesan secangkir espresso.

• VIVAlife   |   Share :  

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id