« Kembali
Balut, Santapan khas Filipina dari Embrio Bebek
Dipercaya bernilai gizi tinggi dan berefek afrodisiak.
Mutia Nugraheni, Tasya Paramitha
Senin, 8 Oktober 2012, 14:16 WIB
Balut  
Balut  

VIVAlife - Cara paling nikmat untuk mengeksplorasi sebuah kebudayaan adalah dengan mencicipi makanannya. Jika berbicara mengenai kebudayaan Filipina, untuk mengenalnya maka coba rasakan Balut. Santapan khas Filipina ini berupa telur bebek yang direbus dan disantap langsung bersama dengan kulitnya.

Apa yang membuatnya aneh bukan karena Balut dikonsumsi bersama dengan kulitnya, namun telur tersebut sebenarnya sudah bukan berupa telur. Tapi, embrio bebek yang telah memiliki anatomi tubuh hampir lengkap tak ketinggalan bulu dan paruhnya.

Meskipun begitu, seperti dikutip dari Expat Focus, Balut merupakan camilan yang terkenal karena bergizi tinggi. Panganan ini juga sangat mudah ditemukan di sudut jalan di kota-kota di Filipina.

Hanya telur yang memiliki kulit luar yang kuat serta subur yang dipilih untuk dijadikan Balut. Membuat Balut sebenarnya merupakan proses yang rumit. Telur yang dipilih, pertama diinkubasi di antara kantong palay (butir beras utuh dengan kulit) panggang atau ipa (sekam padi) untuk merangsang suhu tubuh induk bebek. Lalu, telur dilapisi dengan sako (tas yang terbuat dari goni) sebagai isolator.

Pengembangan yang lengkap atau penetasan terjadi dalam waktu 28 hari inkubasi. Telur yang subur, namun gagal berkembang kemudian direbus dan dijual sebagai Penoy. Tampilannya mirip dengan telur bebek rebus. Sementara, Balut adalah telur-telur tersebut yang diinkubasi sampai hari ke-18 dan yang mengandung embrio hidup yang sehat.

Seperti Penoy, Balut juga direbus dan dimakan sebagai makanan ringan. Keduanya dibumbui dengan sedikit garam dan dapat disantap langsung atau dicocol dengan saus. Kedua kuliner ini adalah panganan wajib pendamping kopi atau teh di Filipina.

Balut dan Penoy secara tradisional dianggap sebagai afrodisiak. Meskipun memiliki nilai gizi tinggi, namun belum ada bukti kuat untuk membuktikan hal ini.

Memiliki efek Afrodisiak atau tidak, kombinasi rasa asin, lembut, garing dan sedikit sensasi manis pada tiap gigitan mungkin adalah daya tarik tersendiri yang membuat Balut dan Penoy dinikmati oleh jutaan warga Filipina.

Bagi yang bukan orang Filipina pastinya membutuhkan keberanian lebih untuk mencoba kuliner yang satu ini. Selain itu, jiwa petualang untuk mengeksplorasi hal yang belum diketahui dan kemampuan untuk berpikiran terbuka sangat penting untuk menikmati Balut.

Saat ini, Balut telah dipercantik dan bertransformasi menjadi hidangan yang lebih "manusiawi" untuk dikonsumsi oleh para wisatawan asing. Dengan diselimuti puff pastry, dipanggang dengan oven, dan aromanya pun sangat menggoda dengan tambahan aneka bumbu. Berani mencicipinya? (eh)

 

• VIVAlife   |   Share :  
  • kyle_venze
    08/10/2012
       Laporkan
    Telur busuk kok dimakan...
  • rhean.sisri
    08/10/2012
       Laporkan
    menjijikkan

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com