VIVALIFE

FOTO: Menelusuri Jejak Sejarah Jakarta di Museum Fatahillah

Bangunan peninggalan Belanda ini masih menjadi tujuan wisata favorit.
Minggu, 28 Oktober 2012
Oleh : Maya Sofia
Pengunjung berkeliling halaman Museum Fatahillah menggunakan sepeda, Jakarta, Sabtu, 27 Oktober 2012.

VIVAlife - Berkunjung ke Kota Tua Batavia rasanya tak lengkap jika tidak mampir ke Museum Fatahillah. Di usianya yang sudah mencapai 3 abad, museum terbesar di Jakarta ini masih menyimpan daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal dan mancanegara.

Saat hari libur misalnya, taman yang berlokasi di depan gedung Museum Fatahillah selalu dipadati oleh pengunjung. Ada yang sekadar duduk menikmati kemegahan arsitektur bangunan peninggalan Belanda tersebut, ada pula yang sibuk mengabadikan gedung bergaya barok klasik itu dengan kamera.

Menurut sejarah, Museum Fatahillah menempati dua gedung panjang di aera Kota Tua Batavia yang dahulu dikenal dengan Gedung Balaikota atau Stadhuis. Seperti dilansir laman Indonesia.travel, gedung tersebut dibangun tahun 1707 atas perintah Gubernur Jenderal Joan Van Hoorn dan rampung pada tahun 1712.

Setelah beberapa kali mengalami perubahan fungsi, gedung tersebut akhirnya ditetapkan sebagai Museum Sejarah Jakarta pada 30 Maret 1974. Di museum ini Anda dapat menelusuri jejak sejarah Jakarta dari masa prasejarah hingga berdirinya kota Jayakarta tahun 1527.

Museum Fatahillah juga menyimpan sekitar 25.000 benda koleksi mulai dari masa prasejarah hingga koleksi abad ini. Anda juga bisa menemukan mebel antik dari abad ke-17 hingga 19 yang merupakan perpaduan gaya Eropa, China dan Indonesia.

Lihat foto-foto Museum Fatahillah di tautan ini.


Alamat

Jalan Taman Fatahillah Jakarta No. 2, Jakarta Barat.

Waktu Buka

Selasa - Minggu pukul 09.00 - 15.00 WIB. Tutup hari Senin dan hari besar.

Transportasi

Lokasi Museum Fatahillah berada di jantung Kawasan Kota Tua dan dapat diakses dengan kendaraan dari berbagai sudut kota Jakarta. Anda dapat menggunakan bus Transjakarta dari blok-M (koridor 1), kemudian turun di akhir terminal kota. Dari terminal tersebut lanjutkan dengan berjalan kaki menuju kawasan Kota Tua.

Pilihan lain Anda dapat menggunakan kendaraan umum bus patas 79 (kampong Rambutan-Kota). Dapat pula menggunakan Mikrolet M-12 (Pasar Senen-Kota), Mikrolet M-08 (Tanah Abang-Kota), atau Kopaja 86 (Grogol-Kota).

TERKAIT
TERPOPULER