VIVALIFE

Gaya Bercinta untuk Cegah Kehamilan

Kami ingin menunda punya momongan. Adakah posisi bercinta yang bisa mencegah kehamilan?
Jum'at, 6 Maret 2009
Oleh : Petti Lubis

Tanya:
Saya (22) baru sebulan menikah. Karena saya belum lulus kuliah, saya dan suami memutuskan untuk menunda punya momongan. Sebenarnya, ingin memakai alat kontrasepsi, tapi kami masih ‘buta’ tentang informasi itu. Jadi, yang ingin kami tanyakan, adakah posisi bercinta yang bisa mencegah kehamilan? Selain itu, alat KB apa yang cocok untuk pasangan muda?

yunxxx@cbn.net.id

Jawab:
Sebenarnya, setiap posisi hubungan seksual tetap ada kemungkinan terjadinya kehamilan. Posisi yang paling baik agar cepat hamil adalah misionaris (posisi wanita di bawah), karena sperma dapat tertimbun di sekitar mulut rahim lebih lama, sehingga mudah terjadi pembuahan.

Memang selama ini, banyak orang percaya posisi berdiri bisa mencegah kehamilan. Pada posisi ini, lebih besar kemungkinan sperma segera keluar kembali, dan tidak sempat tertimbun di sekitar mulut rahim. Karena itu, secara teoretis, kemungkinan terjadi kehamilan lebih kecil bila dibandingkan dengan posisi pria di atas.

Hanya, kemungkinan terjadi kehamilan tetap ada. Artinya, bercinta dengan posisi berdiri tidak dapat digunakan sebagai cara untuk mencegah kehamilan. Sperma yang masuk melalui vagina, pasti akan keluar kembali. Justru aneh kalau tidak keluar kembali. Kemana perginya? Ingat, sel-sel spermatozoa yang terkandung di dalam cairan spermalah yang diperlukan untuk terjadinya kehamilan. Sel-sel spermatozoa itulah yang bergerak masuk ke dalam rahim mencari sel telur untuk dibuahi.

Yang perlu Anda tahu, kini banyak pilihan untuk menunda kehamilan. Beragam alat kontrasepsi sudah tersedia untuk pasangan suami istri. Tapi, perlu juga disadari, setiap alat kontrasepsi itu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Misalnya, alat KB yang paling mudah didapat, yaitu kondom. Karet pelindung ini berfungsi menunda kehamilan, karena menghambat sperma masuk ke vagina. Efektivitas kondom dalam memberikan perlindungan sekitar 80%. Dan akan meningkat hingga 90%, bila dipakai bersamaan dengan spermisida (obat pembunuh sperma).

Yang perlu diingat, kondom harus dipakai secara benar, supaya tidak terjadi robekan pada saat bercinta. Jangan sampai, robekan tersebut bisa membuat sperma masuk ke vagina. Kondom sebaiknya dikenakan pada penis yang sedang ereksi sebelum mulai hubungan seksual dan sebaliknya ditarik segera setelah ejakulasi. Hal  ini juga dapat mencegah kondom tertinggal di vagina.

Mungkin, Anda dan suami bisa mencoba memakai kondom untuk menunda kehamilan. Serunya, karet pelindung ini muncul dengan tampilan bentuk, rasa, dan warna yang beraneka macam. Begitu juga dengan rasa, mulai dari rasa buah-buahan, seperti stroberi, pisang, serta juga ada rasa coklat, mint, dan lainnya. Selain itu, ada juga yang mengandung pelumas buatan. Jenis ini bisa membantu wanita yang cairan lubrikasinya kurang saat berhubungan intim. Variasi ini bisa bergantian Anda coba, dengan maksud agar Anda dan suami makin bergairah saat bercinta.

TERKAIT
TERPOPULER