VIVALIFE

Klaim Asuransi Gugur Akibat Water Hammer, Ini Penjelasannya

Harusnya dilihat apakah klausul soal water hammer ada atau tidak.
Selasa, 22 Januari 2013
Oleh : Sandy Adam Mahaputra, Alfin Tofler
Mobil terendam banjir

VIVAnews - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyatakan masyarakat tak perlu khawatir mengenai persoalan water hammer (pukulan air), yang belakangan banyak muncul dan tersebar di situs microblogging Twitter ataupun BlackBerry Messenger.

Isi pesan tersebut berupa imbauan kepada warga yang terkena banjir untuk tidak menstarter mobil, karena bisa berdampak klaim asuransi akan gugur lantaran terkena efek water hammer.

Mengenai water hammer ini, asosiasi mengimbau pemilik kendaraan untuk mempelajari klaim yang disetujui dengan pihak asuransi.

"Harusnya dilihat apakah klausul mengenai water hammer dimasukkan atau tidak," ujar Ketua Bidang Penyelidikan dan Keagenan AAUI, Budi Hartono, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa 22 Januari 2013.

Jika dalam perjanjian tidak ada klausul soal water hammer, pemilik kendaraan mendapatkan penggantian. Namun sebaliknya, jika water hammer ada pada klausul, secara hukum asuransi sah tidak membayar kerusakan tersebut.

Namun, Budi mengimbau kepada masyarakat agar mobil yang sudah jelas rusak atau terendam sebaiknya jangan dihidupkan dulu. Sebab, air bisa masuk ke dalam piston yang menyebabkan kerusakan yang nilainya bisa mencapai Rp20-200 juta.

Untuk itu, masyarakat yang mempunyai asuransi kendaraan dan terkena banjir, segera menghubungi bengkel terdekat atau membawa kendaraan ke bengkel-bengkel resmi yang ada dalam perjanjian asuransi.

Ketua AAUI, Kornelis Simanjuntak, mengatakan, masyarakat yang terkena banjir atau berpotensi terkena banjir, seharusnya tidak terlalu memaksakan diri.

"Kalau mobil sudah atau sedang terendam, jangan digas kencang-kencang, nanti malah masuk airnya," katanya.

Banyak pengendara yang mengangap remeh bahaya yang timbul ketika kendaraan menerjang banjir. Padahal, kalau air dihisap oleh mesin, masuk ke ruang bakar, mesin akan jebol.

Kondisi itu biasa disebut water hammer (pukulan air). Efek ini bisa membuat setang piston bengkok, piston pun menghajar blok dan kepala silinder. (art)

TERKAIT
TERPOPULER