« Kembali
Kisah Penderita Kanker Serviks Melahirkan Bayi
Ia dihadapkan dua pilihan sulit antara nyawa bayi atau dirinya.
Mona Indriyani
Kamis, 21 Maret 2013, 12:44 WIB
Haffey dan putrinya, Ciara. (Daily Mail.)
Haffey dan putrinya, Ciara. (Daily Mail.)

VIVAlife - Bayi dalam kandungan menyelamatkan Jane Haffey dari kanker yang dideritanya. Saat usia kehamilannya 20 minggu, dokter menemukan tumor sebesar 9 cm di leher rahim. Di usia kandungan ini, wanita berusia 28 tahun itu juga mengalami pendarahan hebat.

Pendarahan disebabkan janin terus berkembang dalam rahim hingga menekan leher rahim. Setelah diperiksa, selain tumor itu, kanker juga telah menyebar ke getah bening dan kandung kemih.

Dilansir Daily Mail, ibu satu anak itu dihadapkan pada dua pilihan sulit: menggugurkan kandungan atau menjalani kemoterapi yang dapat membuat bayi dalam perutnya lahir cacat. "Saya menandatangani formulir persetujuan tentang efek samping kemoterapi, saya ingin bayi saya tetap lahir ke dunia," ujarnya.

Memasuki usia kandungan 24 minggu, Haffey menjalani sesi pertama kemoterapinya. Setelah sesi ini, tumor dalam rahimnya mengecil jadi 5 cm. Begitu juga dengan kanker kelenjar getah beningnya, yang berkurang hingga setengahnya.

Meski begitu, perawatan terpaksa dihentikan menunggu bayinya lahir. Pada usia kandungan 32 minggu, Ciara--nama bayi Haffey--lahir dengan selamat melalui operasi caesar.

Saat dia akan melakukan kemoterapi sesi kedua, hasil scan menujukkan tumor di leher rahimnya telah hilang. Tapi, Haffey tetap harus menjalani pengobatan intensif, karena sel kanker telah menyebar di bagian-bagian tubuhnya yang lain. (kd)

 

• VIVAlife   |   Share :  

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id