« Kembali
Eyang Subur Akan Laporkan Adi Bing Slamet ke FPI
"Kenapa mesti ke Presiden, yang dinistakan agama yang mana?"
Eko Priliawito, Rizky Sekar Afrisia
Senin, 1 April 2013, 23:14 WIB
Adi Bing Slamet (Profil Adi Bing Slamet)
Adi Bing Slamet (Profil Adi Bing Slamet)

VIVAnews - Perseteruan antara Eyang Subur dengan Adi Bing Slamet, belum mencapai titik temu. Seakan tidak mau kalah dengan Adi yang pernah melaporkan Subur ke Front Pembela Islam (FPI) atas tudingan ajaran sesat, kini giliran pihak Subur yang melaporkan balik Adi ke organisasi pimpinan Habib Riziq itu.

Rencananya, pengacara Subur, Ramdan Alamsyah, akan mendatangi markas FPI besok. Setidaknya, ada tiga hal yang akan dibawanya nanti. Pertama, Ramdan akan mengklarifikasi mengenai pernyataan FPI.

"Tidak pernah kami jual-jual nama FPI tentang acara maulid nabi. Kedua, itu hanya kesalahan narasi di salah satu stasiun tv," kata Ramdan saat ditemui di kawasan Senayan, Senin, 1 April 2013.

Ketiga, Ramdan juga akan membuat laporan tertulis soal adanya pendzoliman, fitnah, dan adu domba yang dilakukan Adi. Menurutnya, dengan menyebut Subur menjalankan aliran sesat tanpa bukti cukup, Adi sama saja sudah melakukan fitnah.

Ramdan berniat mengadukan permasalahan ini ke Polda Metro Jaya dengan pasal soal itu. Namun, tujuannya datang ke FPI hanya sekadar melaporkan sebagai sesama umat Muslim. "Ini bukan pidana. Bukan juga minta dimediasi ya," kata Ramdan.

Pihaknya hanya berharap, FPI sebagai lembaga yang menerima laporan kedua belah pihak akan memanggil Subur maupun Adi. Tak hanya itu, ia juga ingin menegaskan pada FPI, definisi suatu ajaran bisa disebut aliran sesat dengan kriteria yang seperti apa. Dalam kesempatan itu, Ramdan sekaligus membantah kabar yang pernah beredar sebelumnya bahwa pihaknya telah didukung oleh FPI.

"Kami tidak merasa dibela FPI. Kita hanya ingin ketemuan, untuk kemaslahatan," katanya sambil tersenyum.

Sebelumnya, FPI juga telah membantah pihaknya mendukung Subur. Kedatangan Habib Selon ke rumah Subur saat perayaan maulid beberapa waktu lalu hanya untuk mengecek kebenaran laporan Adi soal kesesatan aliran Subur.

Hingga saat ini Adi dan Subur, perang argumen melalui media. Sosok Subur belum pernah muncul di hadapan publik. Subur tak ingin muncul karena merasa kasus itu bakal makin dipolitisasi. Salah satu buktinya, kata Ramdan, rencana Adi melaporkan kasus ini ke Presiden.

"Ada politisasi di sini. Kenapa mesti ke Presiden, yang dinistakan agama yang mana? Kemarin dia bilang aliran sesat, sekarang penistaan agama," ujar Ramdan.

Apalagi, ramainya kasus Subur itu bertepatan dengan penggodokan RUU Santet di DPR. Bahkan, Ramdan mengaku sempat didatangi orang-orang DPR yang membicarakan soal itu.

Baginya, Subur merupakan korban politisasi permasalahan. Karena itulah, sejauh ini Subur tak mau mengikuti alur permainan yang sudah dibuat oleh pihak tertentu. Untuk itu, masyarakat harus membuka mata dan telinga, peka terhadap masalah ini. "Saya minta, masalah ini jangan dibesar-besarkan. Kasihan masyarakat yang menilai, terlalu banyak yang ikut campur," ucap Ramdan lagi.

• VIVAlife   |   Share :  
  • ghoibi
    02/04/2013
       Laporkan
    Ormas pengusung kekerasan & brutal tsb makin mangkak. Lalu 2 orang yg berseteru terlihat sudah kehilangan nalar sehatnya

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id