VIVALIFE

Tetap Melejit Tanpa Grup Band

Ada banyak alasan mereka tetap eksis. Apa saja?
Selasa, 2 April 2013
Oleh : Lutfi Dwi Puji Astuti, Marlina Irdayanti
Anji

VIVAlife - Hengkang dari grup band Drive rupanya keputusan tepat bagi Erdian Aji Prihartanto, atau akrab disapa Anji. Bergerak seorang diri, ternyata membuat bintangnya sebagai penyanyi lebih gemerlap. Dunia musik pop Indonesia kini mencatatnya sukses bersolo karier.

Keputusan Anji memang tak mudah. Pada 2011, dia merasa tak cocok lagi dengan manajemen Drive. Dia sempat bimbang meninggalkan kelompok yang membesarkan namanya itu. "Tapi, alhamdulillah, pilihan aku benar," kata Anji saat ditemui VIVAlife di kawasan Gandaria, Jakarta.

Anji malah makin getol garap proyek musik, meski dia bukan lagi vokalis band Drive. Dia merasa lebih bebas berkarya, membuat konsep, dan menciptakan lagu.

Meski begitu, dia tetap punya kelompok band lain, yang dibentuknya sendiri. Namanya Ebony. Tapi, Anji tak lagi tampil sebagai vokalis. Dia memilih sebagai basis. Itu dilakukan agar kariernya sebagai penyanyi solo tetap bisa berjalan.

Berjalan sendirian, dia memetik sukses. Lagunya bertajuk Berhenti di Kamu meraih nominasi di Anugerah Planet Muzik untuk kategori Best Vocal Performance In A Song (New Male Artist).

Anji juga mengeluarkan album perdananya Luar Biasa pada 2012. Belum lama ini, dia juga melibatkan produser girlband, Cherybelle, untuk membuat boyband.

Berjalan sendirian pun dia tak pernah sepi order. Tawaran manggung tiap hari datang. "Tapi, kan nggak semua bisa diterima,” ujar Anji.

Dia juga sibuk dengan manajemen baru yang dibangunnya, MIX entertaintment. “Itu aku owner-nya. Ya, bisa dibilang pertengahan tahun baru mulai berjalan," katanya.

Tentu, lebih banyak juga rupiah yang bergemerincing. Tapi, Anji enggan menyebut berapa pendapatannya selama berjalan sendirian itu. "Ya, nggak tahu sih. Tapi, kayaknya sih lebih tinggi," ujarnya tersenyum.

Ari Lasso

Sebelum Anji yang bersolo karier, ada juga mantan vokalis band Dewa 19, Ari Lasso.

Setelah didepak dari Dewa 19, Ari memilih berjalan sendiri. Dia lalu tampil solo, dan pilihannya itu mendapat respons pencinta musik. Album pertamanya, Sendiri Lagi (2001) terjual lebih dari 500 ribu keping.

Dia bahkan kian mantap ketika dua tahun kemudian meluncurkan album keduanya bertajuk Keseimbangan (2003). Awalnya, album itu sempat diragukan bisa sukses. Tapi, rupanya lagu-lagu di album itu seperti Rahasia Perempuan, Cinta Sejati, dan Hampa malah melejit. Album Keseimbangan kabarnya laku di kisaran 800 ribu keping.

Ganti formasi

Bongkar pasang formasi di grup band bukanlah hal baru. Ada yang mengganti vokalis, atau pemain lainnya. Alasannya macam-macam. Ada yang tak cocok dengan manajemen, lalu memilih berjalan sendiri seperti Anji. Ada pula yang seperti Hendra Samuel Simorangkir atau akrab disapa Sammy.

Sammy Simorangkir di Konser Harmoni Karya Terbaik GIGI

Nama Sammy populer sebagai vokalis band Kerispatih. Namun, saat karier band itu naik daun, Sammy justru “gugur”. Dia terpaksa dipecat dari band itu karena kasus narkoba. Sammy sempat masuk bui, dan menjalani rehabilitasi.

Tapi, Sammy tak menyerah. Ia bangkit, dan menapak kembali tangga industri musik pop dengan bersolo karier. Karakter suara Sammy khas, dan sempat menjadi ikon Kerispatih, membuat dia cepat kembali berkibar. Setelah keluar dari tahanan, Juni 2012, ia pun mengeluarkan album bertajuk Aku Kembali.

Pengamat musik Bens Leo mengatakan fenomena mantan vokalis band tetap sukses saat bersolo karier memang kerap terjadi di industri musik. Namun, tidak semua vokalis beruntung sukses ketika hengkang dari satu grup band.

Hanya vokalis dengan kemampuan ekstra, menurut Bens, yang bisa kembali eksis. Orang-orang seperti Anji dan Sammy, yang piawai memiliki kemampuan ekstra dengan menciptakan lagu, mampu membuat sisi musik yang berbeda dengan band.

Ketika masih bersama Drive, Anji memberikan banyak lagu ciptaannya untuk band itu. Sejumlah lagu itu berhasil menjadi hits. "Kemampuan ekstra seorang musisi ini lah yang sebenarnya ditunggu oleh para penggemar musik,” ujar Bens.

Seorang pemusik dengan talenta ekstra, tapi tak dapat ia terapkan di band-nya, bisa saja memutuskan hengkang. Jenis mereka ini, kata Bens, tak sulit untuk kembali sukses.

"Walaupun begitu, saya menganjurkan untuk berhati-hati saat memutuskan untuk hengkang karena banyak risiko," tuturnya.

Selain kemampuan ekstra, faktor lain adalah soal karakter. Seorang vokalis dalam sebuah band, biasanya membentuk karakter band itu. Maka, ada banyak band sulit kembali melejit setelah ditinggalkan sang vokalis. Sebab, tidak mudah membentuk sebuah karakter baru.

Bayang-bayang lama

Satu grup musik bisa saja pecah akibat banyak hal. Perbedaan cita rasa musik setelah sukses, manajemen yang lemah, atau akibat hal-hal kecil yang mengganjal, tapi tak pernah dibicarakan antara manajemen dengan para personel band.

Bens Leo mengatakan, peran manajemen penting bagi satu grup band. Manajemen seharusnya mampu menyelesaikan hal-hal kecil agar tidak menjadi besar.

Ada banyak manajemen band yang baik. Bens mencontohkan, Kahitna. Band yang dimotori oleh Yovie Widianto ini, tetap bertahan sukses, meskipun Yovie membuat band baru yang juga sukses.

"Fungsi manajemen itu harusnya mampu mengatur band-nya, dan perilaku dari musisinya itu sendiri," ujar Bens. Selain Kahitna, contoh lain yang baik adalah Gigi. Meskipun personelnya sibuk semua, Gigi tetap menjadi prioritas.

"Jadi, seseorang itu jangan dipaksakan hanya fokus pada band-nya. Itu yang sebenarnya terjadi pada Drive dan Kerispatih," tuturnya.

Memang, ada tantangan lain, misalnya keluar dari bayang-bayang band lama. Anji mengakui sulit baginya melupakan Drive. Bayang-bayang Drive begitu kuat, dan dia butuh waktu lama melepaskannya. Apalagi industri musik Indonesia kini sedang tak begitu bagus.

“Berbeda halnya jika karier kami sama-sama naik. Drive naik, aku juga naik," ujarnya.

Itu sebabnya, para pemusik yang hengkang itu membuat warna musik berbeda dari band asalnya.

Tapi seperti kata Bens Leo, tak semua mereka bisa tampil solo. Seseorang yang telanjur memiliki jiwa band, biasanya tak mudah menjadi solois. Mereka akan membuat band sendiri sebagai pengiring dirinya ketika bernyanyi. Berbeda dengan solois sejati, mereka bisa diiringi oleh siapa pun. (art)

TERKAIT
TERPOPULER