VIVALIFE

Pole Dance, Menari Riang di Tiang

Menjadikan tiang sebagai pasangan menari.
Selasa, 23 April 2013
Oleh : Mutia Nugraheni
Pole Dance

VIVAlife – Jun  Ko berdiri dalam posisi siap di dekat tiang. Hari masih pagi, udara di halaman rumahnya masih terasa segar. Dia lalu mendekati tiang mengkilap dari besi anti karat. Tiang mirip pipa air itu menjulang setinggi tiga meter. Kokoh.

Dipegangnya tiang itu, dan dia membuat gerak memutar. Langkahnya ritmis. Dua tangan Jun Ko lalu memegang tiang itu. Tubuhnya terangkat seturut gerak, dan lalu turun seperti ulir. Dia memutar lebih cepat. Tubuhnya terangkat lagi bak melayang.

Dengan kekuatan otot core, Jun Ko menjadikan tiang bak pasangannya menari. Tiang diam itu dibuatnya hidup dengan gerak lentur tubuhnya, sesekali gemulai. Inilah pole dance, tarian tiang yang lagi digandrungi banyak kalangan di Ibukota.

Siapa sangka, tarian yang dulu bercitra erotis itu kini malah jadi tren. Jun Ko bercerita ia kewalahan menghadapi permintaan latihan tarian itu. Soalnya, hanya dua orang di Indonesia yang punya sertifikat resmi instruktur pole dance, yaitu Jun Ko sendiri, dan Vicky Burky. Jadwalnya mengajar privat pun sangat padat.

"Setiap hari aku ngajar privat di rumah. Aku bagi kelas dengan Vicky. Nggak sanggup juga kalau mengajar sendirian,” ujarnya. Tapi, dia jadi lebih sibuk lagi belakangan ini.

Soalnya, Vicky sedang pergi ke Amerika Serikat. Ia, kata jun  Ko, memperdalam “ilmu” tarian ini.

Para peserta kelas pole dance sebagian besar memang perempuan. Gerakannya yang sensual dan menantang tampaknya jadi salah satu alasan mengapa tarian aslinya dari India ini kian digemari.

Siapapun bisa

Menari dan Berolahraga Ala Pole Dance

Jangan mengira kalau pole dance hanya bisa dilakukan oleh penari atau pesenam profesional. Orang awam pun bisa. Dengan latihan intensif, dalam beberapa bulan seseorang sudah mampu menaklukan tiang.

Tak ada batasan umur. Kata Jun Ko, ada muridnya yang perempuan, umurnya sudah di ujung 40an. “Semangat banget dia belajar pole, ujar Jun Ko.

Resepnya, seperti halnya tarian lain,  dibutuhkan kesabaran, kemauan, dan latihan tekun. “Pasti bisa," ujarnya.

Pole dance mengandalkan kekuatan tubuh bagian atas. Jadi, bagi mereka yang biasa latihan beban, melakukan gerakan pole dance bisa lebih mudah. Sebab, teknik pole dance membutuhkan kekuatan tangan, dan otot inti atau core.

Sebelum berlatih di tiang, bagi pemula, terlebih dulu diberikan latihan dasar. Seperti push-up, dan angkat beban memakai dumbbell. Setelah itu baru belajar mengangkat tubuh di tiang dengan mengandalkan tangan.

"Setelah bisa angkat badan sendiri, lalu tahan sekitar empat sampai lima detik, baru turun," kata pria yang mendapat sertifikasi pole dance di Vertical Dance Academy, London ini.

Jari-jari juga harus kuat memegang tiang sambil menopang tubuh. Tantangan utama dari pole dance ini adalah berat badan sendiri. Bayangkan, hanya dengan mengandalkan tangan serta otot inti, tubuh harus diangkat dan dibuat berputar.

Gerakan-gerakan pole yang diajarkan Jun Ko ini memiliki genre pole fitness. Sangat pas bagi yang ingin memiliki postur tubuh lebih baik. Tubuh bagian atas jadi lebih kencang, serta makin kuat. Apalagi, aura sensual dan seksi juga memancar saat menari-nari di tiang. Kepercayaan diri bisa bertambah.

"Perut jadi lebih bagus dan kencang," ujar Jun Ko.

Tak hanya orang dewasa anak kecil pun juga bisa berlatih pole dance. Seperti Abigail yang usianya masih lima tahun. Putri dari Jun Ko ini, tampak sangat lincah berputar di tiang. Tubuhnya yang mungil seperti terbang. Layaknya bermain komedi putar.

"I love it, i can fly with this pole," ujar Abigail, sambil kegirangan mempraktekkan gerakan pole.

Menurut Jun Ko tak ada batasan usia ataupun gender untuk belajar pole dance. Bahkan ia juga berencana untuk membuat kelas pole dance bagi anak-anak yang nantinya akan dibuka di studio pole dance miliknya, di Kemang.

Aura sensual

Apa yang muncul di pikiran Anda saat mendengar pole dance? Sebagian besar orang menjawab sensual, seksi dan erotis. Memang selama ini pole dance identik tarian striptis di klub-klub malam.

Busana para penarinya pun cukup terbuka, dan itu bukan tanpa alasan. Perlekatan kulit tubuh pada permukaan tiang jadi kunci penting untuk bisa mudah menggerakan tubuh.

"Kulit yang menempel di tiang, kemudian kita locking supaya stabil," Jun Ko bercerita.

Dengan gerakan pole yang manis, busana seksi memang bisa membangkitkan aura sensual penarinya. Terutama, bagi kaum hawa. Seperti pengalaman Erren Iryanto yang baru belajar pole dance selama tiga bulan

"Seru banget lihat Jun Ko waktu nari di tiang. Aku jadi mau coba, penasaran bisa naik-naik tiang sampai atas. Apalagi kalau dilihat seksi, bagus buat cewek, feminim," kata Erren.

Wanita berusia 28 tahun itu mengaku kalau awal latihan agak sulit. Tapi lama-kelamaan ia ketagihan. Baginya gerakan pole dance sangat menantang, dan membentuk tubuhnya. Ia kini berlatih tiap pekan, dengan durasi sekitar satu jam.

"Susah memang, butuh waktu lama buat latihan. Sambil latihan nari, juga melatih otot core, upper body jadi lebih kencang. Gimana atur tenaga di perut, pindahin kaki lalu disilang, terus muter, tapi seksi rasanya," ujar Erren.

Jun Ko juga bercerita kalau ia sering diminta untuk mengajar para istri yang mau memberikan kejutan pada suaminya. Mereka pun secara khusus belajar pole dance untuk 'tampil privat' di depan suami.

"Banyak juga istri-istri yang bilang ke aku, 'Mas Jun Ko, suamiku mau ulang tahun, jadi mau perform depan dia, ajarin dong'. Rasa percaya diri para istri kan jadi semakin tinggi, jadi makin seksi di depan suami," ujar pria yang juga jadi instruktur Zumba itu.

Dari India

Sekitar delapan ratus tahun lalu, tarian tiang ini dimainkan para lelaki India untuk mempertontonkan kekuatan. Adalah olahraga Mallakhamb, yang kini berkembang menjadi pole dance modern.

Di China, yang juga dapat pengaruh dari Mallakhamb, pole dance berubah jadi pertunjukan akrobatik. Mengandalkan dua tiang, para penarinya 'mempermainkan' gravitasi.

Mereka melompat dari tiang satu ke tiang lainnya. Pertunjukan ini pada 1920-an jadi andalan sirkus tenda keliling di China. Sampai akhirnya pertunjukan tarian tiang itu masuk ke Kanada dan Amerika Serikat.

Dari tenda, pole dance masuk ke bar-bar serta klub malam. Masih dalam seni pertunjukan dan mengandalkan tiang, tapi gerakannya jadi sangat berbeda.

Yang muncul malah sisi erotis dari gerakan tarian ini. Banyak klub striptis di Amerika pada sekitar 1980an menjadikan pole dance sebagai menu utama tontonan mereka.

Baru pada 1990an Fawnia Mondey Dietrich mulai mengembangkan pole dance sebagai bagian dari olahraga dan seni. Pole dance pun kian populer dan mulai dipertandingkan di tingkat dunia. Sebut saja dua pertandingan bergengsi seperti World Pole Sport Championship dan International Pole Masters Cup Championship.

"Waktu belajar pole di London dan Amerika seru banget lihat mereka latihan. Di Indonesia memang masih baru, tapi siapa tahu ya nanti kita punya atlet pole yang bisa berangkat bawa nama Indonesia," kata Jun Ko.

Tak perlu terintimidasi melihat para penari pole dance profesional dengan tubuh kencang dan baju seksi. Anda juga bisa melakukannya. Baik untuk meningkatkan kebugaran, kepercayaan diri atau mungkin menyenangkan pasangan. Mari taklukan tiang dengan hati riang.

Menari dan Berolahraga Ala Pole Dance

TERKAIT
TERPOPULER