« Kembali
6 Makanan yang Harus Dihindari Demi Kesehatan
Belakangan ini banyak orang mengkonsumsi makanan cepat saji.
Finalia Kodrati, Stella Maris
Minggu, 23 Juni 2013, 17:11 WIB
Hot Dog (thelifefiles.com)
Hot Dog (thelifefiles.com)

VIVAlife - Kesibukan membuat seseorang lebih senang memilih makanan cepat saji. Efisiensi waktu menjadi perhitungan, bagi mereka yang memiliki kesibukkan dan tak sempat memasak. Bukan rahasia pula, kalau makanan tersebut tergolong asupan tak sehat.

Secara umum, makanan cepat saji rendah nutrisi, dan tinggi kalori. Tak hanya itu, bahan-bahan industri di dalam makanan tersebut juga berdampak negatif pada manusia. Berikut sederet daftar makanan yang tergolong tak sehat bagi Tubuh Anda seperti dikutip dari Epyk.com:

Nugget
Ini merupakan salah satu makanan yang paling mudah di hidangkan. Sayangnya, menu favorit anak-anak ini tidak mengandung banyak nutrisi alias rendah protein. 

Diketahui nugget mengandung lebih dari 50 persen lemak dan karbohidrat dibandingkan protein. Ini karena ketika di goreng, nugget dapat menyerap minyak lebih banyak. Karena minyak mengandung lemak jenuh, kalau di konsumsi rutin, dapat menyebabkan perubahan bentuk sel yang berkontribusi pada perkembangan penyakit metabolik, diabetes tipe 2.

Soda
Minuman ini sama sekali tidak mengandung gizi. Satu gelas soda diketahui memiliki kadar gula yang cukup tinggi, sekitar dua sendok makan. Bahkan tak sedikit yang menggunakan pemanis buatan. Dan dampaknya lebih buruk dari gula, yakni dapat menyebabkan kerusakan hati, kadar gula darah dalam tubuh meningkat drastis, dan obesitas.

Bukan hanya itu, soda juga mengandung zat asam yang paling kuat dan mampu membuat pH basa tubuh menjadi asam secara alami. Kemudian dapat mengembangkan sel-sel kanker sekaligus menyerang sistem kekebalan tubuh.

Hot dog
Seperti nugget, hot dog atau daging olahan lain yang beredar di pasaran mengandung kadar garam yang tinggi, MSG, natrium nitrat, dan bahan pengawet tak sehat lainnya. Kebanyakan konsumen tak menyadari mekanisme pembuatannya, bahwa daging yang di proses pada tekanan tertentu dapat menghilangkan kandungan nutrisi. Dengan kata lain, protein dalam daging dapat berubah strukturnya karena proses pemanasan tersebut.

Kue kering, muffin
Selain mengandung kadar gula dan garam tinggi, makanan tersebut juga mengandung lemak trans atau lemak jenuh. Alasan para produsen menambahkan lemak tersebut ke dalam makanan karena faktor biaya produksi yang jauh lebih murah, di bandingkan komposisi lemak sehat (tak jenuh) lainnya.

Bukan hanya itu, lenak trans juga kerap dikaitkan untuk 'memperpanjang usia' dan memperbaiki tekstur makanan yang diproduksi. Oleh karena itu, untuk mengetahui apakah makanan tersebut mengandung lemak trans atau tidak, mulailah untuk memperhatikan label makanan.

Sereal
Menu sarapan pagi paling populer ini diyakini mengandung vitamin dan mineral. Pada kenyataannya, kandungan nutrisi sereal memiliki kualitas yang rendah. Kebanyakan sereal juga sarat akan gula dan sirup (fruktosa) tinggi. 

Sebuah penelitian di Eropa menunjukkan, sereal (jagung) ternyata terbuat dari jagung transgenik (penggabungan gen untuk mendapatkan tanaman yang diinginkan) dapat menyebabkan tumor pada tikus.

Bumbu Salad
Kebanyakan bumbu salad mengandung fruktosa karena biaya yang cukup murah dibandingkan komposisi lainnya. Tak hanya itu, bumbu salad juga mengandung lemak trans dan msg yang membuat tubuh menjadi tidak sehat.
 
Dengan demikian, sayuran segar yang sebelumnya sehat, dapat menjadi tidak sehat karena penambahan bumbu tersebut. Untuk itu, salah satu cara agar tetap sehat ketika mengonsumsi salad adalah dengan meracik bumbu sendiri dan menyimpannya di kulkas.

• VIVAlife   |   Share :  

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id