« Kembali
Minuman Bersoda Bisa Membantu Deteksi Kanker
Tumor ganas dianggap mengonsumsi glukosa lebih banyak.
Mutia Nugraheni, Marlina Irdayanti
Senin, 8 Juli 2013, 13:12 WIB
Minuman bersoda  
Minuman bersoda  

VIVAlife - Selama ini, minuman bersoda dikenal sebagai minuman yang mengandung zat berbahaya dan tidak baik untuk tubuh. Soda juga sering dianggap tak memiliki manfaat positif bagi kesehatan.

Para ilmuwan sepertinya ingin menggeser pemikiran tersebut. Meskipun tetap harus berada dalam pengawasan dokter, minuman bersoda ternyata dapat digunakan sebuah teknik untuk mengidentifikasi kanker.

Ya, makanan dan minuman yang mengandung banyak gula seperti cokelat dan minuman bersoda dianggap dapat mendeteksi tumor ganas atau kanker di dalam tubuh. Para ilmuwan mengembangkan teknik tersebut untuk melacak bagaimana gula diserap oleh tubuh.

Teknik ini dikembangkan, karena tumor ganas dianggap mengonsumsi glukosa lebih banyak daripada jaringan sehat yang mempercepat pertumbuhannya. Dengan menyesuaikan hasil pemindaian MRI untuk mencari penyerapan glukosa, para peneliti di University College London menemukan tumor berkembang cepat setelah sesuatu yang manis dikonsumsi.

Teknik ini dianggap lebih baik dari teknik radioaktif standar yang hasilnya diperoleh dalam waktu 18 bulan. Selain itu, teknik ini dianggap tidak memiliki efek samping, sehingga dapat digunakan sesering mungkin untuk melacak apakah kanker bereaksi pada terapi yang dilakukan.

Dokter pun dapat menyesuaikan pengobatan yang tepat untuk pasien. Teknik ini dikembangkan dengan tujuan menjadi lebih murah dan aman.

"Pemeriksaan ini dapat dilakukan setelah mengonsumsi minuman manis, seperti cola atau jus buah, atau makanan. Kita dapat mendeteksi kanker menggunakan kandungan gula yang sama yang ditemukan dalam setengah bar cokelat berukuran standar," ujar Profesor Mark Lythgoe, direktur Pusat UCL untuk Advanced Biomedical Imaging (CABI), dikutip dari Daily Mail.

Dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine ini, peneliti melacak keberadaan tumor pada tikus yang menderita kanker usus. Mereka menemukan, pertumbuhan kanker terdeteksi oleh pemindai sekaligus konsumsi glukosa MRI. Metode ini juga telah diuji kepada beberapa pasien kanker dan memberikan tanda-tanda awal yang baik.

Teknik ini tidak melewati tahap positron emission tomography (PET), yang membutuhkan jumlah jejak zat radioaktif untuk disuntikkan ke pasien. Teknik ini juga diklaim aman bagi pasien yang takut dengan jarum suntik.

Peneliti utama dari CABI, Dr. Simon Walker-Samuel, mengatakan bahwa teknik baru ini dikembangkan menggunakan gelombang radio magnetis untuk label glukosa dalam tubuh. (art)

• VIVAlife   |   Share :  

Loading..
MOMENTUM
  • Info Momentum
Informasi Pemasangan :
Telepon : 021-9126 2125 / Sales
Email : Sales@viva.co.id