VIVALIFE

Korban Mudik Meningkat Selama Operasi Ketupat, Mengapa?

Korban kurang hati-hati, lelah dan mengantuk.
Selasa, 6 Agustus 2013
Oleh : Hadi Suprapto, Nina Rahayu, Syahrul Ansyari
Pemudik kendaraan bermotor roda dua melintas di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur, Sabtu (03/08/2013).

VIVAnews - Markas Besar Polri merilis data terbaru mengenai seputar mudik Lebaran tahun 2013. Hingga H-3, atau Senin 5 Agustus 2013, Polri mencatat adanya peningkatan angka kecelakaan lalu lintas sejak diselenggarakan Operasi Ketupat Jaya.

Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Ronny Sompie, Selasa 6 Agustus 2013, mengatakan, Operasi Ketupat Jaya dimulai sejak H-6. Meski korban kecelakaan lalu lintas meningkat, bila dibandingkan dengan angka kecelakaan Lebaran tahun lalu, terjadi penurunan.

Sampai dengan H-3, total jumlah korban kecelakaan lalu lintas mencapai 178 jiwa. Ia merinci, sampai H-4, jumlah korban kecelakaan yang meninggal dunia mencapai 119 orang. Sedangkan pada H-3 jumlah korbas tewas akibat kecelakaan semakin meningkat bertambah 59 orang.

"Pada H-3 ada 59 pemudik meninggal dunia akibat kecelakaan," kata Ronny di Mabes Polri, Jakarta.

Dibandingkan mudik 2012, angka kematian 178 jiwa ini jauh lebih sedikit. Tahun itu pada periode H-6 hingga H-3 sudah menelan 241 jiwa dari 1352 kasus. (Selengkapnya lihat bagan)

Waktu Jumlah Kecelakaan Korban Tewas
2012 2013 2012 2013
H-6  346 99 74 12
H-5  286 224 47 60
H-4  337 243 66 47
H-3  383 226 54 59
Jumlah 1352 792 241 178

 

 

 

 


Sumber: Mabes Polri

Selain itu, Ronny juga menyebutkan jumlah kecelakaan lalu lintas juga mengalami peningkatan,  sebanyak 257 orang mengalami luka berat dan 1.033 orang tercatat mengalami luka ringan.

Mayoritas kecelakaan disebabkan kelelahan fisik pada saat mengemudi, sehingga para pengemudi kurang konsentrasi. Dari data penyebab kecelakaan, 184 di antaranya sebabkan oleh pengemudi yang mengantuk.

Sementara yang disebabkan oleh faktor lain, seperti tidak menjaga jarak antar kendaraan sebanyak 104 kasus, melanggar batas kecepatan 75 kasus, meminum minuman beralkohol 20 kasus dan melanggar lampu lalu lintas ada 15 kasus.

Ronny menambahkan total jumlah kecelakaan, mayoritas melibatkan sepeda motor. Pada H-4 saja, dari 337 kasus kecelakaan melibatkan 427 kendaraan, 294 di antaranya sepeda motor. Demikian pada H-3, dari 458 kendaraan yang yang terlibat 383 kecelakaan, 309 di antaranya sepeda motor.

Adapun faktor penyebab kecelakaan, kebanyakan karena kelelahan dan kelalaian para pengemudi. "Jadi kami lihat peran dari sepeda motor cukup banyak terhadap kasus-kasus kecelakaan lalu lintas," katanya.

Jakarta juga turun
Kepolisian Daerah Metro Jaya mencatat sudah ada 33 kasus kecelakaan lalu lintas di Jakarta pada H-6 hingga H-3. Kecelakaan itu menimbulkan korban 52 orang, yakni 6 orang meninggal dunia, luka berat 19 orang, dan luka ringan 27 orang.

"Kebanyakan mereka kurang hati-hati, lelah dan ngantuk," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Selasa.

Selain korban jiwa, kecelakaan itu, juga menimbulkan kerugian material sebesar Rp96,350 juta.

Jumlah ini, kata Rikwanto, menurun dibanding pada H-4 lebaran tahun 2012. Pada tahun lalu, peristiwa kecelakaan yang dilaporkan sebanyak 52 kasus, yang menimbulkan 70 korban. Di antaranya meninggal dunia sebanyak 5 orang, luka berat 10 orang, dan luka ringan 55 orang. (sj)

TERKAIT
TERPOPULER