VIVALIFE

Film Pantai Selatan 'Dewi Persik' Jajal Peruntungan di Kota Solo

Produser siap dikritik akan rilisnya film bergenre horor ini.
Kamis, 26 September 2013
Oleh : Beno JuniantoFajar Sodiq (Solo)
Dewi Perssik
VIVAlife - Film Pantai Selatan produksi Sentra Film (second line dari Multivision Picture)  mulai tayang Kamis, 26 September 2013. Guna mengenalkan filmnya, para kru film pun terbang ke kota Solo untuk mempromosikan film Pantai Selatan. Dewi Perssik, Fifi Buntaran, Monique Henry  dan Ricky Perdana melakoni promosi perdananya dengan menonton film bareng di Grand 21 Solo Grand Mall.

Novia Ramalina, Produser Pantai Selatan menyebutkan promosi perdana sengaja dilakukan di Solo. Pasarnya Solo merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat antusiasme dalam merespons film Indonesia secara umum dan film bergenre horor secara khusus. Rencananya film ini bakal didistribusikan di 80 layar Indonesia.

“Mengapa di Solo? Kan biasanya film-film itu promosi perdananya di wilayah Jabodetabek. Kami memilih Solo, karena peminat film Indonesia sangat tinggi. Oleh sebab itulah, kami bersama tim sekaligus pemerannya, ada Dewi Perssik, Fifi Buntaran, Monique Henry  dan Ricky Perdana menonton bareng film Pantai Selatan, pukul 19.00 di Grand 21 SGM, “ ujarnya dalam jumpa media di Rumah Makan Ramayana, Kamis 26 September 2013.

Dijelaskan oleh Novi, sebelum menonton bareng, tim Pantai Selatan akan menyambangi keraton Solo untuk mengajak nonton bareng sekaligus untuk sowan keraton. “Pilihan sowan keraton Solo sengaja dipilih karena unsur kedekatan cerita Pantai Selatan dengan keraton Solo,” tuturnya.

Sementara itu Sanker RS, Produser Rumah Produksi Sentra Film menjelaskan mengapa dirinya mengangkat cerita legenda mistis Pantai Selatan. Ia menjelaskan cerita legenda, mistis dan horor masih menjadi magnet mendatangkan penonton. Dan wajar bila Sentra Films berasumsi segmen film genre legenda, mistis dan horor masih eksis.

“Ada sisi menarik dari produksi film-film legenda, mistis maupun horor. Secara kualitas memang masih dikritik. Tapi di sisi lain kami melihat bahwa kalau dikerjakan lebih detail dan dengan teknik-teknik advance, film horor juga bisa berhasil dengan baik,” jelas Sanker RS.
TERKAIT