TUTUP
TUTUP
VIVALIFE

Ingin Langsing? Ikuti Resep Wanita Era 60an

Jumlah kalori boleh sama, aktivitas fisik yang membedakan.
Ingin Langsing? Ikuti Resep Wanita Era 60an
Ilustrasi perut ramping. (istockphoto)
VIVAlife - Tak ada senam Zumba di tahun 1965, apalagi Hot Yoga. Pusat kebugaran juga tak ada. Tapi di era itu, wanita tubuh ramping bertebaran dimana-mana. Mengapa bisa?

Ini karena mereka harus mengerjakan banyak tugas rumah tangga secara manual. Memasak, mencuci pakaian, membersihkan rumah, mengurus anak. Tidak banyak alat rumah tangga yang canggih seperti sekarang, yang tinggal menekan tombol, dan semua beres.  

Bahkan waktu santai untuk diam dan menonton televisi, menjadi waktu berharga bagi mereka saat itu. 

Hal ini membuat berbedaan signifikan soal berat badan. Menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal Mayo Clinic. Terlebih wanita yang sudah menjadi ibu disarankan untuk mengurangi asupan kalori.

Menurut para peneliti itu, wanita zaman sekarang harusnya dapat mengurangi asupan kalorinya sekitar 1.200-1.500 lebih sedikit setiap minggunya. Karena ketidakseimbangan antara kalori yang dikonsumsi dengan yang dibakar dapat menyebabkan kegemukan, bukan hanya pada ibu tapi juga anaknya.

"Wanita modern tidak diminta untuk mengerjakan banyak pekerjaan rumah, tetapi mereka sebaiknya lebih aktif secara fisik jika ingin memiliki kebugaran seperti wanita dari generasi ibu mereka," ujar ketua peneliti Edward Archer dari Universitas South Carolina, seperti dikutip Shine. 

Ia menjelaskan, obesitas yang saat ini melanda wanita secara global disebabkan karena aktivitas fisik yang terus menurun. Padahal menurutnya, tubuh manusia sebenarnya didesain untuk terus aktif bergerak.

Dalam penelitian yang dilakukannya, terungkap korelasi nyata antara obesitas dan penurunan aktivitas fisik. Terutama bagi wanita. Dampak negatifnya juga turut berpengaruh pada bayi yang dikandungnya.

Penelitian mengungkap, komposisi antara lemak tubuh dan metabolisme janin juga ikut berubah bila si ibu mengalami kegemukan. Ibu yang malas bergerak juga akan menurunkan sifat tersebut pada buah hatinya. 

Hal tersebut ia ungkap setelah mengumpulkan data lebih dari 45 tahun, dengan 50 ribu catatan harian yang disusun oleh American Heritage Time Use Study. Dari catatan tersebut disimpulkan bahwa wanita di tahun 1965 bisa beraktifitas hingga 44 jam dalam seminggu.

Kini mereka hanya bergerak dan beraktivitas selama 30 jam seminggu. Tak heran, jika di era tersebut mereka tak khawatir gemuk meski menghabiskan 225 kalori setiap harinya, dibanding wanita di abad ini. (adi)



KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP