VIVALIFE

Diet Tanpa Makan Nasi, Bikin Cepat Langsing?

Apakah pola diet tanpa mengonsumsi nasi ini cukup efektif dan aman menurunkan berat badan?
Selasa, 28 Juli 2009
Oleh : Petti Lubis
Diet

Tanya:
Sehari-hari, saya (30) menjalani diet tanpa mengonsumsi nasi. Biasanya, setiap pagi, saya sarapan telur rebus dan susu rendah lemak. Siang harinya, sekitar jam 1 siang, saya mengonsumsi menu lengkap (lauk, sayuran, dan buah), tapi minus nasi. Pola makan seperti ini juga saya lakukan pada malam harinya.

Sayangnya, seringkali usaha diet saya gagal akibat ngemil mie instan atau nugget di sore atau malam hari, karena lapar. Apakah pola diet saya sudah benar? Mengapa saya kerap merasa lapar?

gxxx@gmail.com

Jawab:

Dilihat dari pola makan Anda,  program diet yang Anda lakukan tidak seimbang. Walaupun tidak makan nasi (mengurangi arupan karbohidrat kompleks), tetapi Anda rutin menyantap makanan instan, yang umumnya mengandung lemak tinggi. Tanpa disadari Anda memasukkan kalori dalam jumlah tinggi, yang malah berpotensi meningkatkan berat badan.

Ketimbang terus menerus merasa lapar, lebih baik Anda mengonsumsi menu normal (nasi, lauk pauk dan sayuran) dalam porsi kecil atau secukupnya. Jangan hanya makan lauk untuk makan siang, sebab tubuh Anda akan cepat lapar karena konsumsi karbohidrat yang rendah. Padahal, di siang hari tubuh paling banyak membutuhkan energi. Nah, karena tidak ada energi, otomatis Anda akan merasa cepat lapar.

Selain itu, karena kurang asupan karbohidrat, dan justru mengonsumsi protein berlebihan. Bila berlangsung lama, kondisi ini bisa merugikan kesehatan, karena berujung pada gangguan ginjal dan lever. Jadi, sebaiknya karbohidrat jangan dihindari, melainkan dibatasi secukupnya. Jika Anda bosan menyantap nasi, Anda bisa mengganti makanan karbohidrat lain, seperti roti, pasta, kentang atau jagung.

TERKAIT
TERPOPULER