TUTUP
TUTUP
VIVALIFE

Otak Manusia Lebih Mudah Ingat Hal Ini Daripada Makanan

Orang cenderung sulit mengingat sarapan seminggu lalu.
Otak Manusia Lebih Mudah Ingat Hal Ini Daripada Makanan
Ilustrasi otak (Pixabay)

VIVA.co.id – Cobalah menyanyikan kembali lagu-lagu terkenal milik Backstreet Boys, N'Sync, atau Westlife. Meski hanya satu dua lagu yang teringat, manusia cenderung lebih mudah mengingat lirik lagu, apalagi jika musik telah dimainkan. 

Tidak demikian dengan hal lainnya, misalnya saja makanan, orang cenderung sulit mengingat apa yang dimakan untuk sarapan seminggu yang lalu. Sebenarnya apa yang terjadi pada otak, mengapa lebih mudah mengingat lirik lagu, meski telah lewat belasan hingga puluhan tahun sebelumnya, tapi justru tidak bisa mengingat apa yang baru saja terjadi.

Dalam hal ini, menurut Stephen Rao, direktur dari Cleveland Clinic untuk Neuroimaging Kognitif, mengatakan hal tersebut terjadi karena pilihan otak. Rao menjelaskan otak kita bisa jadi tidak mengelompokkan aktivitas rutin seperti sarapan sebagai hal penting untuk diingat, sedangkan lagu dari masa lalu, memenuhi kriteria untuk diingat.

"Motivasi berpengaruh banyak pada ingatan, kita memiliki banyak informasi yang datang ke dalam otak sepanjang waktu, maka kita harus membuat pilihan apa yang penting dan yang tidak," ujarnya seperti dilansir Huffington Post.

Sedangkan untuk sesuatu yang coba diingat namun tidak bisa, bukan berarti kita tidak ingin mengingat adanya informasi baru, namun ini terjadi karena informasi baru tersebut kurang menstimulasi atau kurang menarik. Lain cerita dengan lirik lagu yang pasti memiliki rangsangan lebih kuat dan lebih menarik.

"Semakin menarik perhatian suatu hal, akan lebih mudah diingat. Lirik lagu bisa jadi lebih bermakna."

Secara umum ada hubungan psikologis pada musik, terutama jika itu adalah lagu dari masa lalu. Mendengarkan melodi yang menyentuh ingatan, mengaktifkan prefrontal cortex kita, yaitu wilayah otak yang bertanggung jawab untuk mengingat kembali hubungan pribadi dan semua kenangan yang hangat dan kurang jelas.

Otak kita juga menyukai pengulangan, terutama saat itu berhubungan dengan musik. Kita tersentuh pada karya musik, kita mendengarkannya berulang kali, kemudian kita mengingatnya.
 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP