VIVALIFE

Waspadai Pemicu Pendarahan pada Wanita Hamil

Kenali pendarahan seperti apa yang perlu dikhawatirkan dan yang tidak.
Kamis, 20 Agustus 2009
Oleh : Petti Lubis, Mutia Nugraheni
USG

VIVAnews - Pendarahan pada wanita hamil adalah salah satu hal paling ditakutkan. Kekhawatiran akan keadaan janin saat pendarahan, tentu menimbulkan kepanikan. Sebenarnya ada beberapa pendarahan yang tidak perlu dikhawatirkan.

Langsung memeriksakannya ke dokter memang solusi tepat jika terjadi pendarahan. Tetapi Anda juga harus tahu hal-hal apa saja yang bisa memicu terjadinya pendarahan. 

1. Implantasi
Implantasi atau menempelnya embrio pada permukaan endometrium, adalah satu satu pemicu terjadinya pendarahan. Biasanya pendarahan terjadi di awal kehamilan, bisa berupa bercak atau gumpalan darah, terjadi antara 6-10 hari dan tidak terasa sakit. Ini merupakan hal wajar, tetapi beritahukan juga pada dokter Anda saat memeriksakan kehamilan.

2. Seks
Selama kehamilan suplai darah ke leher rahim meningkat. Setelah Anda melakukan hubungan seks dengan suami biasanya muncul bercak darah, bisa berwarna merah muda, merah tua atau kecoklatan. Tidak perlu menghindari berhubungan seks, Anda hanya harus lebih berhati-hati saat melakukannya. 

3. Keguguran
Pendarahan juga menjadi salah satu tanda terjadinya keguguran, terutama jika disertai rasa nyeri dan sakit. Pendarahan saat keguguran tidak selalu hebat, bisa berupa gumpalan saja. Biasanya keguguran juga disertai kejang dan kram pada perut.

4. Infeksi
Pendarahan pada wanita hamil tidak selalu menjadi tanda terjadinya masalah pada kehamilan. Salah satu penyebabnya bisa juga karena infeksi pada vagina yang disebabkan bakteri. Bakteri bisa memicu infeksi dan terjadi pendarahan di bagian serviks.

5. Masalah plasenta
Pendarahan pada trimester kedua atau ketiga kehamilan bisa menjadi tanda terjadinya plasenta praevia, yaitu plasenta menutupi serviks serta menutupi jalan lahir. Bisa juga terjadi  placental abruption (keadaan plasenta yang terpisah dari uterus). Jika Anda melakukan pemeriksaan ultrasonografi, posisi plasenta bisa diketahui dan dokter bisa cepat mengambil tindakan.

TERKAIT
TERPOPULER