TUTUP
TUTUP
VIVALIFE

Kemenpar Fokus Kembangkan Pariwisata Sekitar Candi Borobudur

Daerah wisata yang berjarak 10 km, dari Borobudur akan dikembangkan.
Kemenpar Fokus Kembangkan Pariwisata Sekitar Candi Borobudur
Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

VIVA.co.id – Sebagai salah satu destinasi pariwisata favorit di Indonesia, Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, terus mengembangkan ekosistem pariwisata mereka, termasuk dalam mengembangkan wisata-wisata yang ada di sekitaran candi terbesar di Indonesia tersebut.

Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya menyebutkan bahwa saat ini pengembangan Borobudur tidak lagi fokus pada area zona 1-2-3 Borobudur, melainkan lebih ke daerah-daerah wisata yang berjarak 10 kilometer dari candi tersebut.

“Saya tidak akan menyentuh Zone 1-2-3 yang ada saat ini. Kami akan berangkat dari lokasi yang berjarak sekitar 10 kilometer dari Borobudur, juga simpul-simpul daerah lain yang sudah siap,” kata Arief dalam siaran pers yang diterima VIVA.co.id, Senin 16 Januari 2017.

Mantan Dirut Indosat itu menyebutkan, Borobudur akan mengangkat pariwisata seperti dataran tinggi Dieng, Sangiran, Gunung Kidul sampai ke Karimunjawa.

"Nantinya, pariwisata di sekitar Yogyakarta dan Jawa Tengah merasakan pengembangan tersebut," ujarnya.

Selain itu, tiga bandara yang sudah ada, Ahmad Yani di Semarang, Adi Sucipto di Yogjakarta dan Adi Sumarmo di Solo turut bersinergi, karena ketiganya sudah berstatus internasional.

Larasati Sedyaningsih selaku PIC Pokja Diestimasi Borobudur menjelaskan ada beberapa atraksi yang berpotensi dan tengah berkembang, antara lain Desa Wisata Candirejo.

“Ini adalah salah satu desa wisata di sekitaran Borobudur. Konsep pengembangan adalah kepariwisataan berbasis masyarakat. Wisata alam, wisata agro, seni dan budaya, wisata pendidikan dan homestay merupakan daya tarik Desa Candirejo," kata Larasati.

Selain itu, di Kota Semarang, lanjut Larasati, akan bertambah empat desa wisata baru, di samping tiga desa yang sudah ditetapkan oleh SK Wali Kota. Desa yang sudah ditetapkan adalah Kandri dan Nongkosawit di Kecamatan Gunungpati, serta Wonolopo di Kecamatan Mijen.

Yang akan ditetapkan adalah Tapak Tugurejo, Jatirejo dan Cepoko di Gunungpati, serta Kedungpane dan Jatibarang di Kecamatan Mijen.

“Potensi terbesar di desa wisata Tapak Tugurejo adalah destinasi mangrove. Hutan bakau yang melapisi pantai utara Semarang itu cukup lebat dan asyik dijadikan destinasi, termasuk buat pendidikan anak-anak, dalam menjaga lingkungan dari abrasi laut, dan infiltrasi air laut yang menerobos masuk makin ke dalam, ketika tidak disaring oleh mangrove tersebut,” ujarnya. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP