TUTUP
TUTUP
VIVALIFE

Daya Saing Pariwisata Indonesia Terus Meningkat

“Semua unsur yang menjadi kelemahan ini terus kita perbaiki."
Daya Saing Pariwisata Indonesia Terus Meningkat
Menteri Pariwisata Arief Yahya (VIVA.co.id/Al Amin)

VIVA.co.id – Indonesia terus berbenah dalam meningkatkan kualitasnya, khususnya pada bidang pariwisata. Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, indeks daya saing pariwisata Indonesia terus mengalami kemajuan tiap tahun. Pada 2014 berada di peringkat 70, tahun 2015 meningkat di ranking 50.

"2019 kita Targetkan akan berada di ranking 30 dunia, karena dalam menghadapi persaingan global itu sangat penting," kata Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima VIVA.co.id, Kamis, 9 Februari 2017.

Mantan Dirut Indosat itu berharap, ke depannya semua sektor yang berhubungan dengan industri pariwisata terus berbenah dan bersinergi demi mewujudkan target yang akan dicapai pada tahun 2019 tersebut.

“Semua unsur yang menjadi kelemahan ini terus kita perbaiki dengan melibatkan stakeholder, pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, pers, dan komunitas masyarakat atau sebagai kekuatan penta helix. Sinergisitas penta helix ini merupakan kunci sukses dalam mengembangkan pariwisata nasional khususnya dalam mewujudkan target 20 juta kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) pada 2019,” kata Arief Yahya.

Oleh karena pentingnya kepedulian terhadap Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona harus ditanamkan kepada masyarakat. Hal itu bertujuan agar masyarakat bisa menciptakan iklim yang kondusif bagi kepariwisataan Indonesia, dengan menjadi tuan rumah yang baik dengan menerapkan unsur-unsur Sapta Pesona yaitu aman, tertib, bersih, indah, sejuk, ramah dan kenangan.

Menurut Travel and Tourism Competitiveness Report 2015 yang dibuat oleh World Economic Forum (WEF), di kawasan ASEAN pariwisata Indonesia berada di peringkat 4 setelah Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Ada beberapa unsur yang masih berada di bottom five (rank) seperti safety and security Indonesia berada pada urutan 83, sedangkan Singapura 8, Malaysia 42, dan Thailand 132. Untuk unsur health and hygiene Indonesia berada di urutan 109, sedangkan Singapura 61, Malaysia 73, dan Thailand 89. (mus)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP