TUTUP
TUTUP
VIVALIFE

Pengembangan Pariwisata RI Terjebak Target Jangka Pendek

Karena pemerintah kejar asumsi devisa untuk menutupi devisa.
Pengembangan Pariwisata RI Terjebak Target Jangka Pendek
Menikmati keindahan Pantai Lengkuas di Pulau Belitung (VIVA.co.id/Jujuk Ernawati)

VIVA.co.id – Pengembangan pariwisata di Indonesia dinilai masih terjebak pada target-target jangka pendek dan belum mengoptimalkan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) yang terlibat di dalamnya. Hal ini disampaikan Ketua Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis (AKSES), Suroto.

Menurut Suroto, sektor pariwisata saat ini masih terfokus untuk meningkatkan jumlah devisa. "Dari sisi ekonomi, pemerintah sekarang ini, terutama di sektor pariwisata, lebih banyak terjebak pada target-target jangka pendek," kata dia dalam siaran pers yang diterima VIVA.co.id, Senin, 20 Februari 2017.

Dia menjelaskan, kondisi itu terjadi karena pemerintah mengejar asumsi devisa yang harus segera bisa menutupi fiskal. Dia tidak menampik bahwa tujuan pariwisata adalah untuk mendatangkan devisa yang lebih besar, tetapi strategi jangka panjang juga harus dikedepankan.

"Karena bicara tentang pariwisata, sesuatu yang jangka panjang dan harus dengan strategi yang baik, bukan hanya berdasarkan alasan mendatangkan devisa," katanya.

Pengamat ekonomi mikro itu juga mencontohkan Bali yang terus-menerus dieksploitasi untuk tujuan wisata berbasis massal, terancam terganggu kualitas lingkungannya. Karena itu, dia lebih menekankan pada pentingnya pengembangan SDM, termasuk pembangunan pariwisata yang berbasis budaya, sehingga mampu memberikan dampak sosial dan politik yang lebih luas kepada masyarakat.

"Jadi, seharusnya membangun pariwisata harus bicara soal konten dan kualitas, hal itu harus terperhatikan. Misalnya orang-orang di Bali yang menjadi pekerja rendah di sektor pariwisata. Ini realitas yang tidak bisa disangkal. Jadi yang juga harus dibangun manusianya," tuturnya.

Dia menilai, sektor pariwisata di Indonesia masih mengalami banyak kebocoran, sehingga rentan untuk tidak memberikan dampak yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat. Sebab itu, dia menekankan agar pemerintah bisa meningkatkan perhatian partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengelolaan SDM.

"Pemerintah harus meningkatkan partisipasi masyarakat untuk secara bersamaan meningkatkan pengelolaan SDM, dan sayangnya hal itu selama ini porsinya kurang diperhatikan," ucap Suroto. (art)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP