TUTUP
TUTUP
VIVALIFE

Dukung Pariwisata, Kemenhub Tingkatkan Kualitas 8 Bandara

Satu di antaranya pembangunan bandara Yogyakarta baru.
Dukung Pariwisata, Kemenhub Tingkatkan Kualitas 8 Bandara
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (VIVA.co.id/M. Ali. Wafa)

VIVA.co.id – Demi memenuhi target 15 juta wisatawan mancanegara pada 2017, Kementerian Perhubungan meningkatkan kualitas bandara udara di beberapa wilayah yang menjadi pintu gerbang berkunjungnya para wisatawan.

Upaya tersebut disampaikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dalam siaran pers yang diterima VIVA.co.id, Selasa, 21 Februari 2017.

"Ada delapan bandara yang sedang kami kembangkan," ujar Budi. Bandara yang dikembangkan tersebut adalah:

1.Bandara H AS. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, telah menjadi bandara internasional.
2.Pengembangan Bandara Sibisa, Parapat, guna mendukung kunjungan wisatawan ke Danau Toba.
3.Bandara internasional Yogyakarta Baru segera dimulai pembangunannya.
4.Groundbreaking Bandara Ahmad Yani Semarang sudah dilakukan dan diharapkan akan beroperasi pada 2018.
5.Bandara Supadio, Pontianak, akan diresmikan pada tahun ini dan Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya pada akhir tahun ini.
6.Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin akan selesai pada 2018. 
7.Pengembangan Bandara Abdul Saleh, Malang, untuk mendukung kunjungan wisatawan ke Bromo-Tengger-Semeru.
8. Pengembangan Bandara Pitu, Morotai, guna mendukung kunjungan wisatawan ke Morotai.

Menhub sangat mengapresiasi dukungan dari pemerintah daerah dalam membangun bandara. Misalnya, pemerintah daerah Banyuwangi, Papua, dan Jawa Barat yang menggunakan anggaran daerah sendiri untuk membangun bandara, sehingga dana Kementerian Perhubungan yang terbatas dapat digunakan di pembangunan lainnya.

Perkembangan jumlah penumpang udara, Budi menambahkan, terus meningkat cukup tajam, sehingga di beberapa bandara seperti di Jakarta, Yogyakarta, dan Semarang terjadi ‘kemacetan’. Jumlah penumpang angkutan udara pada 2016 mencapai 89,3 juta orang untuk domestik dan 23,4 juta orang bagi internasional.

“Saya minta pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder terkait untuk berkomunikasi dengan baik, agar dapat memberikan level of service yang baik. Di awal 2019, semua bandara diharapkan sudah selesai dan semoga tidak ada lagi ‘kemacetan’,” kata Budi Karya. (art)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP