TUTUP
TUTUP
VIVALIFE

Ketahui Faktor Risiko Penyakit Ginjal Kronis

Penggunaan obat-obatan penghilang rasa nyeri secara terus menerus.
Ketahui Faktor Risiko Penyakit Ginjal Kronis
Ilustrasi ginjal. (kidney.org)

VIVA.co.id – Diperkirakan 10 persen dari populasi dunia menderita penyakit ginjal kronis. Pada tahun 2010, sebanyak 2,6 juta penderita penyakit ginjal kronis dalam tahap stadium akhir dan menjalani hemodialisis, jumlah tersebut diprediksi akan meningkat pada tahun 2030 menjadi 5,4 juta.

Melihat semakin tingginya penderita penyakit ginjal kronis, penting untuk mengetahui apa saja faktor risiko dari penyakit ini.

Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia, dr Dharmeizar, SpPD-KGH, menjelaskan, faktor risiko dari penyakit ginjal kronis di antaranya adalah hipertensi, diabetes melitus, dan radang ginjal kronis.

"Selain itu juga penggunaan obat-obatan penghilang rasa nyeri secara terus menerus seperti rematik atau asam urat, kemudian minum obat terus sehingga perlahan menyebabkan penyakit ginjal kronis," kata dr Dharmeizar ditemui VIVA.co.id di Jakarta.

Dan sejak beberapa tahun lalu, para ahli mendeteksi dan melakukan identifikasi dan menemukan bahwa obesitas menjadi salah satu penyebab penyakit ginjal kronis.

Dokter Dharmeizar melanjutkan, pada penyakit ginjal kronis ditandai dengan kerusakan ginjal. Tanda yang bisa dikenali pertama kali adalah bila seseorang dengan diabetes keluar protein dari urinenya terus menerus.

Bila seseorang itu sudah mengalami kerusakan ginjal, kondisi tersebut akan berlangsung persisten lebih dari tiga bulan. Itu artinya sudah terjadi penyakit ginjal kronis.

Cara pemeriksaan yang dilakukan adalah dengan mengukur darah menggunakan rumus dengan software untuk menentukan sudah pada stadium berapa. Kemudian melakukan pemeriksaan apakah ada kebocoran protein karena itu menjadi indikator perburukan fungsi ginjal.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP