TUTUP
TUTUP
VIVALIFE

LSF Jelaskan Proses Sensor Film Beauty and the Beast

Di beberapa negara, film ini dilarang tayang.
LSF Jelaskan Proses Sensor Film Beauty and the Beast
Film Beauty and the Beast. (Disney)

VIVA.co.id – Penayangan film Beauty and the Beast masih mengundang kontroversi sampai sekarang. Itu terjadi karena adanya karakter gay yang, dikabarkan, tampak pada diri LeFou (Josh Gad) kepada Gaston (Luke Evans).

Sejumlah negara seperti Rusia dan Alabama, sampai sekarang masih bersikukuh untuk mencekal peredaran filmnya di bioskop. Tak beda jauh, Malaysia pun hingga kini dikabarkan menangguhkan perilisan film tersebut.

Di Indonesia, Beauty and the Beast melanggeng bebas ke bioskop-bioskop tanpa hambatan yang berarti. Juru Bicara Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia, Rommy Fibri, menanggapi hal ini.

"Beauty and the Beast sudah dinyatakan lulus sensor dengan klasifikasi 13 tahun ke atas. Tidak ada pemotongan dalam adegan," ujarnya, ketika dihubungi via telepon, pada Kamis, 16 Maret 2017.

Rommy menuturkan bahwa timnya sudah mengkaji film tersebut lebih dari sekali, dan tak menemukan kejanggalan yang signifikan. Dengan begitu, mereka merasa tak punya masalah untuk merilis Beauty and the Beast di Tanah Air.

"Tim studio yang menyensor dan yang melihat film itu bahkan sudah menontonnya sampai dua kali. Setelah ditelaah memang tidak ada persoalan, filmnya dinyatakan tidak ada revisi atau apapun," kata Rommy.

Ketika ditilik secara cermat, pihak LSF memandang bahwa karakteristik LeFou kepada Gaston tak sevulgar itu ketika berbicara dalam konteks penyuka sesama jenis. Pengkajiannya juga dilakukan secara mendalam, dengan mengusung beberapa poin sebagai pisau bedah pengukuran.

"Agar tak dianggap kurang teliti dan kecolongan, kami tonton dua kali demi mengecek filmnya, adegan per adegan. Dan setelah dilihat ya nihil, tidak ada hal yang harus direvisi," tutur Rommy.

Menyoal negara lain seperti Malaysia yang mesti menangguhkan terlebih dahulu, Rommy berpendapat bahwa hal itu wajar dan tak perlu dipermasalahkan. Sebab, kebijakan setiap negara berbeda dan memiliki pertimbangan masing-masing.

"Ya enggak apa-apa, kan tidak harus sama. Kalau negara lain juga rata-rata memberi klasifikasinya juga 13 tahun ke atas, mayoritas seperti itu," katanya.

Beauty and the Beast menampilkan sederet bintang seperti Emma Watson, Dan Steven, Ewan McGregor, dan lain-lain. Mengusung tema musikal, filmnya serentak ditayangkan di dunia hari ini, Jumat 17 Maret 2017. (ren)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP