TUTUP
TUTUP
VIVALIFE

Mark and Spencer 'Buka' Kafe untuk Penderita Gangguan Mental

Program tersebut dinamakan Frazzled Cafe.
Mark and Spencer 'Buka' Kafe untuk Penderita Gangguan Mental
Ilustrasi restoran. (Pexels/Life Of Pix)

VIVA.co.id – Penderita gangguan mental seringkali mendapatkan banyak diskriminasi. Tidak hanya di tatanan masyarakat, dalam kebijakan dan pelayanan publik, kelompok dengan gangguan mental juga mendapatkan diskriminasi.

Mengadapi masalah tersebut, Marks and Spencer berinisiatif untuk mengakomodir kelompok ini. Dalam kemitraan dengan penulis, komedian, dan juru kampanye kesadaran kesehatan mental Ruby Wax, perusahaan retail fesyen raksasa tersebut telah meluncurkan program Frazzled Cafe.

Dilansir dari laman Metro.co.uk, orang-orang yang mengalami masalah kesehatan mental bisa bertemu untuk mengobrol tentang apa yang terjadi dalam hidup mereka di sebuah kafe. Mereka juga bisa berbagi cerita hidup di lingkungan yang seringkali menghakimi mereka.

Hal ini mungkin bukanlah pengganti untuk terapi atau pengobatan, tetapi, cara yang mudah dan gratis bagi siapa saja yang perlu berbicara tentang kesehatan mental untuk melakukannya.

Setiap sesi akan dipimpin oleh fasilitator dari relawan untuk menjaga diskusi berjalan lancar. Tidak hanya itu, dibukanya tempat ini bukanlah untuk mencari keuntungan. Frazzled Cafe akan segera jadi badan amal yang terdaftar.

Untuk awalan, sebanyak 11 toko Mark and Spencer akan menggelar pertemuan di Frazzled Cafe selama beberapa bulan ke depan, dengan lokasi di London, Brighton, Newcastle, Cambridge, Nottingham, Leeds, Canterbury, dan Norwich. Mereka juga akan menambahkan lokasi baru sepanjang tahun.

"Kita hidup pada waktu di mana untuk berhasil menjalani kehidupan sebagai penderita kesehatan mental dianggap kisah sukses. Tapi dengan semua tekanan ini, begitu banyak dari kita tidak punya tempat untuk bertemu dan berbicara tentang hal itu," kata Ruby Wax, perwakilan dari Mark and Spencer.

“Frazzles Cafe adalah tentang orang-orang yang datang bersama-sama untuk berbagi cerita, dengan tenang duduk bersama, menceritakan kasus mereka dan merasa diakui,” ujarnya menambahkan.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP