TUTUP
TUTUP
VIVALIFE

Menyoal Istilah Supermom

Istilah supermom muncul seiring perkembangan ekonomi dan industri.
Menyoal Istilah Supermom
Ilustrasi Supermom (pixabay/freeimages)

Konsep supermom seringkali kita dengar. Julukan ini seringkali disematkan pada ibu yang bekerja di luar rumah sambil mengurus rumah tangga.

Supermom dianggap sebagai sesuatu yang 'luar biasa'. Perempuan mapan, serba bisa, multitasking. Semua perempuan yang dianggap serba bisa.

Becky Kopitzke dalam bukunya Supermom Myth, menggambarkan sosok supermom adalah seorang ibu bekerja yang mampu menyelesaikan tugas-tugas rumah tangganya dengan baik. Dalam bukunya,  penulis, blogger, sekaligus ahli parenting ini mencirikan julukan supermom sebagai berikut:

Supermom dapat menyelesaikan berbagai hal

Salah satu ciri pertama supermom adalah ibu yang bisa menyelesaikan berbagai masalah yang menjadi tanggung jawabnya misalnya pekerjaan rumah tangga, atau proyek di tempat kerja hingga urusan-urusan keluarga. Supermom juga bisa mendeteksi setiap permasalahan yang ada di sekitarnya.

Supermom dapat menyeimbangkan antara keluarga dan pekerjaan

Memiliki karier dan bekerja di luar rumah. Supermom memiliki kualitas untuk bisa menyeimbangkan antara kepentingan keluarga dan pekerjaannya.

Supermom tidak bisa menghilangkan ambisi mereka dalam pekerjaan, namun di satu sisi juga mampu menjadi ibu bagi anaknya, dan tanggung jawab seorang istri bagi suaminya.

Supermom dapat memengaruhi permasalahan keluarga dan dapat mengambil keputusan

Supermom mampu memilah milah pertengkaran antara anak-anak dan ayah mereka, sekaligus menengahi kala terjadi konflik. Supermom selalu dapat menemukan solusi di tengah permasalahan. Yang terpenting, kini tidak hanya ayah saja yang bisa mengambil keputusan, namun supermom juga bisa dengan mudah melakukannya.

Tidak pesimis

Apapun masalah yang dihadapinya dan keluarga, supermom selalu optimis. Perannya adalah memberikan pengaruh dan kekuatan untuk seluruh anggota keluarga.

Dapat bertindak tegas dan tahu batasan

Supermom harus dapat bertindak tegas dan ketat dalam menentukan batasan yang diterapkan untuk anaknya. Supermom mampu mengatakan 'tidak' untuk anak-anak mereka.

Mungkin tidak semua ibu mampu memenuhi kriteria di atas. Setiap orang pun memiliki kriteria tersendiri soal supermom.

Ina (32) salah satunya. Ibu muda yang bekerja di salah satu perusahaan swasta ini menganggap bahwa supermom tidak melulu berstatus ibu bekerja.

"Menurut saya supermom tidak harus seorang wanita bekerja, karena saat ini banyak stay at home mom yang juga berwirausaha dan menghasilkan namun tetap sukses jadi istri dan ibu yang super, " ujarnya kepada VIVA.co.id.

Menurutnya supermom adalah seorang wanita yang dapat memerankan perannya sebagai istri sekaligus ibu dengan sangat baik di keluarganya.

"Dia istri yang baik untuk suaminya, mendidik (menjadi madrasah pertama) anak-anaknya dengan sangat baik, sekaligus mengurus atau mengatur semua kebutuhan rumahnya dengan sangat baik sehingga keluarga tersebut berjalan degan harmonis dan bahagia," ujarnya.

Apakah semua ibu harus menjadi supermom?

KOMENTARI ARTIKEL INI
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP