TUTUP
TUTUP
VIVALIFE

Menyoal Istilah Supermom

Istilah supermom muncul seiring perkembangan ekonomi dan industri.
Menyoal Istilah Supermom
Ilustrasi Supermom (pixabay/freeimages)

Perempuan dulu dan sekarang

Jika ditarik garis ke belakang, ada perbedaan mencolok mengenai konsep dan peran ibu dalam masyarakat. Dulu kaum ibu hanya mengurusi masalah rumah tangga saja, daripada terjun dalam masyarakat (bekerja).

Sigit Rochadi, Sosiolog Universitas Nasional (UNAS) menggambarkan bahwa kondisi tersebut terjadi salah satunya akibat perkembangan ekonomi.

"Ketika ekonomi didominasi sektor pertanian, umumnya perempuan bekerja di rumah (domestik). Semua pekerjaan rumah menjadi tanggung jawab perempuan, ada konsep 3 ur (dapur – memasak, sumur – mencuci, kasur – menjalankan tugas sebagai istri)," ujarnya kepada VIVA.co.id.

Namun seiring  berkembangnya perekonomian dan industri, banyak perempuan yang bekerja pada sektor ini, sehingga memunculkan konsep wanita karier di sektor industri.

"Semakin banyak perempuan yang mampu mengembangkan potensinya. Posisi perempuan tidak sepenuhnya subordinat laki-laki. Perempuan memiliki keberanian menuntut hak-haknya. Ada gerakan perempuan yang memperjuangkan hak-hak perempuan di masyarakat."  
 
Konsep superwoman muncul ketika perekonomian bergeser ke sektor jasa yang ramah terhadap perempuan seperti perbankan, perkreditan, guru, pengacara dan sebagainya, konsep wanita karier sudah jarang digunakan. Berkat perjuangan perempuan, banyak perempuan yang memiliki pendapatan besar dan memberi konstribusi terhadap ekonomi rumah tangga.

"Karier perempuan dan pendapatannya mendorongnya menjadi perempuan mandiri yang mampu membiayai ekonomi rumah tangga. Sebagai padanannya, jika perempuan karier sukses berperan sebagai ibu dan punya konstribusi besar dalam rumah tangga, khususnya mengambil keputusan-keputusan penting di rumah tangga, maka mereka juga mendapat predikat supermom."

KOMENTARI ARTIKEL INI
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP