TUTUP
TUTUP
VIVALIFE

Proyek Ambisius Jadikan Danau Toba Wisata Kelas Dunia

Membenahi berbagai infrastruktur demi menarik turis asing.
Proyek Ambisius Jadikan Danau Toba Wisata Kelas Dunia
Danau Toba dan Pulau Samosir (sumutprov.go.id)

VIVA.co.id – Sebagai salah satu prioritas dalam 10 destinasi baru, Menteri Pariwisata Arief Yahya pastikan seluruh infrastruktur dasar dan pendukung akan selesai pada tahun 2019 mendatang. 

"(Jika) ingin mengembangkan Danau Toba menjadi world class kita perlu gunakan global standart 3A (Akses, Amenitas, dan Akomodasi) dan ditargetkan pada tahun 2019 semua fasilitas dan utilitas dasar selesai," kata Arief, saat ditemui dalam acara Launching Calendar of Event Pariwisata Danau Toba di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin malam, 20 Maret 2017. 

Dia telah menyurati Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk menjadikan bandara Silangit sebagai bandara internasional. Mengingat turis datang 75 persen dengan pesawat, 24 persen dengan laut, dan satu persen lintas batas.

"Toba tidak punya banyak pilihan selain lewat airlines. Susah kalau enggak ada airlines untuk menjadikan Toba jadi atraksi dunia. Oleh karena itu, ratas (rapat terbatas) ini, September, perpanjangan runway Bandara Internasional Silangit akan selesai. Di mana panjangnya 2.650 meter sedangkan lebarnya 45 meter. Dengan kapasitas terminal 500 ribu," ungkap Arief. 

Prioritas pengembangan lainnya, pembangunan tol Kualanamu-Tebing Tinggi dengan total sepanjang kurang lebih 60-an kilometer. Proyek ini diharapkan akan selesai pada tahun ini. Untuk proses pengerjaannya sendiri terbagi menjadi dua tahap, yakni sepanjang 40 kilometer akan selesai pada saat lebaran tahun ini dan 25 kilometer lainnya akan selesai di Desember tahun ini. Serta dari Tebing Tinggi-Siantar dan dari Siantar ke Parapat yang akan selesai pada tahun 2019 mendatang. 

Tak hanya itu, keseriusan pemerintah untuk mendatangkan satu juta wisatawan mancanegara (wisman) yang ditargetkan pada tahun 2019 ke Danau Toba, pemerintah pun telah membangun delapan dermaga di sekitar Danau Toba dan akan membangun pelabuhan Kuala Tanjung untuk mempermudah wisatawan yang ingin menggunakan cruise datang ke Toba. 

Sedangkan untuk akses, Menpar pun telah bertemu dengan Dirut Pelni yakni Elfien dan juga Dirut Patra Jasa, Haryo untuk membuat dua kemungkinan pembangunan amenitas melalui cruise live on board dan hotel terapung. Hal ini dikarenakan, akan butuh waktu lama membangun amenitas di tanah zona otoritatif seluas 602 hektare seperti di Nusa Dua. 

"Ini akan lambat, karena pembangunan di Nusa Dua ini butuh waktu 20 tahun. Kalau mau punya di tahun 2017, ya melakukan itu (pembangunan), dan itu akan mengatasi dua hal yakni akomodasi sekaligus akses," kata Menpar.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP