TUTUP
TUTUP
VIVALIFE

Bermodal Smartphone, Mereka Sukses Bisnis Jasa Titip

Feenya minimal Rp5.000, ada juga yang sesuai negosiasi.
Bermodal Smartphone, Mereka Sukses Bisnis Jasa Titip
Jasa titip beli menerima titipan belanja di luar maupun dalam negeri. (Pexels/freestocks.org)

Ayo Titip

Jika tipbar_ikea menawarkan jasa titip khusus produk-produk rumah tangga, berbeda halnya dengan pelaku jastip yang satu ini. Pemilik jastip Ayo Titip, Petrisia Pongressa Pasulu, tertarik menggeluti bisnis ini karena terinspirasi dengan para pelaku jasti-jastip terdahulunya.

"Awal mulanya memulai karena dengar di salah satu komunitas bisnis online bahwa ada salah satu orang yang omzetnya mencapai miliaran rupiah cuma dengan bisnis ini. Nggak ada salahnya dicoba," ujar Petrisia pada VIVA.co.id.

Apalagi bisnisnya ini tanpa modal, cuma modal foto saja. Tapi, meski usaha bisnis jastip yang dijalaninya baru berjalan dalam hitungan bulan, namun, terbukti, untuk ukuran jastip baru, bisnis ini benar-benar menjanjikan.

Pestrisia menuturkan, melayani jastip untuk produk-produk yang berhubungan fesyen mulai dari baju, tas, sepatu, dan lain-lain.

Bukan tanpa alasan membuat jastip untuk fesyen. Karena faktanya, barang mahal biasanya cuma punya outlet di kota-kota besar, sehingga ini menjadi peluang bisnis karena ternyata orang-orang di daerah yang minat terhadap barang mahal sangat banyak. "Selain itu orang yang beli barang mahal punya kecenderungan nggak banyak tanya, tapi langsung beli," tuturnya.

Tak sulit bagi Petrisia mendapatkan barang-barang titipan yang dipesan para pengguna jasanya. Seringkali dia belanja sendiri ke mal di Jakarta. Dalam satu kali perjalanan belanja ia bisa membeli hingga  20 barang. Bahkan, jika musim liburan, atau musim diskon jadi lebih banyak. "Bisa juga lebih sedikit kalau enggak ada promo."

Petrisia mengungkapkan, produk fesyen yang seringkali banyak dipesan antara lain merek Zara, Uniqlo, H&M, Pull&Bear dan merek lainnya. Tapi katanya, ibu rumah tangga dan remaja yang paling banyak menjadi pengguna jasanya.

Untuk mencegah penipuan, Petrisia selalu meminta para pengguna jasanya untuk melakukan pembayaran via transfer terlebih dahulu. "Ditransfer dulu baru kami belanjakan barangnya, kalo barang tidak ada, kami refund uangnya," ujar dia

Dari jasa titip ini, Pestrisia mengaku, menetapkan tarif untuk satu barang sebesar Rp25 ribu. Dari tarif yang ditetapkan itu, omzet yang diraihnya bisa mencapai puluhan juta. "Lumayan untuk saya yang baru menggeluti bisnis ini hitungan bulan saja," kata dia.

Petrisia pun sangat menikmati bisnis yang dijalaninya ini karena dia tidak perlu ke luar modal, namun dia bisa mendapatkan banyak uang. "Kerjanya juga kayak jalan-jalan dan belanja saja di mal."

Meski bisnis ini mudah dijalankan, tapi Petrisia tetap harus teliti ketika proses pengiriman barang dilakukan. Ia wajib melakukan cek barang dan memastikan, barang yang telah dibeli tidak mengalami kerusakan. "Selama ini sih aman-aman saja. Kalau misal pas sampai, barangnya ada yang rusak juga tak apa, bisa dikirim ulang dan kami tukarkan barangnya ke outlet. Outlet barang branded biasanya kasih waktu satu bulan untuk penukaran barang, jadi tidak ada masalah."

Ia menjamin, selama menjalani bisnis ini, produk yang dibelinya benar-benar asli meski dia mendapatkan barang dengan membelinya dari mal-mal besar di Jakarta.

"Benar-benar asli karena kami beli di outletnya langsung. Kami kan jasa titip bukan jual produk. Barcodenya bisa dicek di aplikasi produk tersebut untuk cek asli atau enggaknya," kata dia.

Jika tertarik ingin menggunakan jasa Petrisia, biasanya calon konsumen diminta melakukan pemesanan terlebih dulu. "Orang yang pesan langsung isi form titip, kemudian kami akan berikan total yang harus dibayarkan, setelah ditransfer kami akan belanjakan barangnya lalu dikirim, bila barang ternyata sold out ya kami refund penuh uangnya. Jadi enggak perlu khawatir."

Biasanya, sebelum berbelanja Petrisia juga menunjukkan form titip beserta foto barang, jadi tidak sulit baginya saat mencari produk yang dititipkan saat ke mal. "Kami tinggal cari saja barang yang sesuai foto di outlet produk yang dipesan," ujarnya.

Meski merasa sedikit kerepotan, namun katanya kegiatan bisnis yang dijalaninya menyenangkan. Bahkan penuh tantangan. Apalagi, saat belanja barang diskon. "Biasanya kami mesti cepat-cepatan beli, karena ternyata jastip di Jakarta juga banyak. Apalagi jastip yang sudah besar-besar biasanya mereka berani stok barang," kata Petrisia.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP