VIVALIFE

Berat Badan Tika Panggabean Turun 10 Kg

"Sekarang gue udah kaya kambing," ujar Tika menceritakan kegilaannya mengonsumsi sayuran.
Minggu, 13 September 2009
Oleh : Antique, Windratie
Tika Panggabean

VIVAnews - Merobah pola hidup untuk sebagian besar orang sulit dikerjakan. Menciptakan kebiasaan baru yang sudah terbentuk berpuluh-puluh tahun, seperti sebuah mukjizat.

Kebiasaan merokok, pola makan tidak sehat, dan malas berolahraga adalah penyakit kebanyakan orang. Tapi, Tika Panggabean berhasil membuktikan. Berkat kemauan keras, ia berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 10 kilogram, dari 108 menjadi 98 kilogram.

Tanggal 3 Oktober besok, personil perempuan satu-satunya Project Pop ini akan berumur 38 tahun. Tika mengaku telah 20 tahun merokok, yaitu sejak SMA. Ia juga tidak suka makan sayur atau buah-buahan.

"Padahal aku paling nggak suka sayur-sayuran, aku penggemar berat daging babi, cokelat, dan minuman bersoda," kata Tika saat berbincang dengan VIVAnews di acara peluncuran album Project Pop, 'You Got Project Pop' di Club 01 FX, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

Belakangan, sejak akhir tahun lalu, Tika mengaku menghentikan pola tak sehat itu. Alasannya, bukan untuk kurus agar enteng jodoh, melainkan untuk sebuah alasan sederhana, yaitu sehat. Tidak ada kata terlambat memulai hidup sehat. Kesadaran Tika bangkit ketika melihat orang-orang terdekatnya menderita penyakit degeneratif tersebut.

"Ini seperti sebuah tamparan, karena banyak sekali teman-teman aku yang sakit dan meninggal akibat stroke, jantung, darah tinggi," tutur Tika. Belum lagi, lanjut Tika, ayahnya memiliki penyakit diabetes dan jantung.

"Akhirnya, pertengahan tahun lalu, aku ambil keputusan harus sehat," ujar pemilik nama Kartika Rachel Setia Redjeki Panggabean tersebut. Atas saran seorang teman, Tika berobat ke seorang dokter ahli nutrisi. Beruntung, Tika ditangani oleh seorang dokter yang tegas.

Saat konsultasi, dokter itu bertanya, "Kamu kenapa?" Tika yang sebelumnya sempat check up kesehatan di rumah sakit menjawab, darahnya kental. Spontan dokter itu menjawab, "Ya iyalah! Kamu gendut," Tika yang sempat kaget lalu dijelaskan, darah kental itu akibat penyempitan pembuluh darah yang bisa menyebabkan stroke.

Hal utama yang disarankan sang dokter adalah merubah pola makan. "Dia malah tidak menekankan aku harus olahraga," lanjut Tika. Porsi nasi wajib dipangkas habis-habisan. Kentang, bakmi, dan semua jenis tepung-tepungan juga sama.

Seiring dengan pola hidup sehat yang diterapkannya, Tika mulai berhenti merokok, mencintai air putih, dan berhenti mengonsumsi segala bentuk karbohidrat, termasuk nasi. "Orang Indonesia ngomong, kalau nggak makan nasi lemes, itu bohong! Itu hanya mindset," kata Tika semangat.

Karbohidrat juga bisa didapat dari buah-buahan dan sayur. "Sekarang gue udah kaya kambing," ujar Tika menceritakan kegilaannya mengkonsumsi sayuran.


antique.putra@vivanews.com

TERKAIT
TERPOPULER