TUTUP
TUTUP
VIVALIFE

Jalan Damai Perceraian, Mungkinkah?

Jangan sampai buah hati trauma karena sikap egois orangtua.
Jalan Damai Perceraian, Mungkinkah?
Ayu Ting Ting sedang menghadapi konflik soal anak dengan mantan suami (NUVOLA/VIVA.co.id)

Masalah Klasik

Bukan hanya Ayu dan Nikita yang berseteru dengan mantan suami karena hak asuh anak. Sejumlah selebriti terkenal lainnya juga sempat merasakan hal tersebut, seperti Maia Estianty dan Ahmad Dhani. 

Pasangan yang perceraiannya ini berjalan alot juga menghadapi masalah perebutan hak asuh anak. Pengadilan Agama Jakarta Selatan memutuskan bahwa hak asuh ketiga anak Maia dan Dhani, Al, El dan Dul jatuh ke tangan Maia. 

Namun, Dhani mengajukan banding. Musisi ini menyatakan bahwa ketiga anaknya lebih banyak bersama dirinya. Maia pun melakukan berbagai cara agar dapat berkumpul dengan ketiga putranya, tetapi selalu dipersulit Dhani. 

Namun, dengan seiring berjalannya waktu, Maia pun dapat berkumpul dengan ketiga anaknya. Bahkan, saat putranya ulang tahun, Maia rela bertemu dan merayakannya bersama Dhani. 

Kasus ini pun terjadi pada perceraian Tamara Bleszynski dan Teuku Rafly Pasha. Keduanya terlibat pertikaian karena hak asuh anak, Teuku Rassya Islamay Pasha. Tamara sempat menangis sesunggukan di kediaman Teuku Rafli karena ingin bertemu dengan anaknya. 

Namun, seiring dengan usia putranya yang bertambah, kini hubungan Tamara dan putranya berjalan baik. Rassya sering menjenguk Tamara yang tinggal di Bali.

Kasus ini tak hanya menimpa selebriti, tetapi juga masyarakat biasa. Yang cukup menarik perhatian adalah kasus Fransisca Jo di tahun 2012 lalu. Fransisca dilaporkan mantan suaminya, Peter Soetanto ke Polda Jawa Barat atas kasus penculikan anak. Fransisa harus berurusan dengan kasus pengadilan karena dituduh menculik putra kandungnya sendiri. 

Fransisca dan Peter bercerai tahun 2005 lalu. Pasangan ini memperebutkan hak asuh kedua anak laki-laki mereka. Bahkan, kasus ini sampai ke tingkat Peninjauan Kembali di Mahkamah Agung. Putusan MK menyatakan bahwa hak asuh kepada Peter.

Kasus serupa juga sempat terjadi pada seorang bocah perempuan berusia tujuh tahun di Tangerang. Bocah berinisial ET dilaporkan telah menjadi korban penculikan. Tragisnya, ET diculik di hadapan ibu kandungnya di dekat sebuah mini market di Bunderan Tiga, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.

Polisi menduga ini bukan kasus penculikan biasa. Polisi menilai kasus ini berkaitan dengan masalah keluarga, yakni berebut hak asuh anak.

Psikologi Anak, Astrid Wen mengungkapkan bahwa saat orangtua bercerai, terjadi perebutan hak asuh anak adalah hal yang wajar. Terlebih lagi, jika perceraian ini disertai dengan ego masing-masing pihak yang bercerai. 

"Jadi mereka memperebutkan hak asuh karena anak darah daging mereka sendiri, sudah menjadi insting. Jadi siapa yang benar siapa yang menang, pada saat itu menjadi penting sehingga akhirnya juga bisa terjadi perebutan anak," kata Astrid kepada VIVA.co.id

Di saat itu, pasangan yang memutuskan berpisah berpikir siapa yang lebih baik mengasuh anak. Si ibu berpikir dia lah yang paling pantas karena melahirkan dan mengurus anak, sementara sang ayah juga berpikir dirinya lebih pantas karena mampu membiayai hidup anaknya tersebut lebih baik. 

"Karena mereka juga ingin keturunan mereka mendapatkan pengasuhan yang lebih baik. Jadi bisa juga masing-masing orangtua ingin menunjukkan saya yang lebih bisa mengasuh anak dengan baik. Saya yang bisa membawa anak saya mendapatkan masa depan yang lebih baik.Jadi sebab itu yang mungkin membawa perebutan hak asuh anak," katanya. 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP