TUTUP
TUTUP
VIVALIFE

Saat Tepat Pemberian Insulin untuk Penderita Diabetes

Ada kondisi tertentu yang mengharuskan penderita menggunakan insulin.
Saat Tepat Pemberian Insulin untuk Penderita Diabetes
Ilustrasi vaksin atau jarum suntik. (Pixabay/PhotoLizM)

VIVA.co.id – Suntikan insulin seringkali diberikan untuk penderita diabetes. Ada beberapa kondisi yang harus dipahami ketika seorang penyandang diabetes diharuskan menggunakan insulin.

Lembaga American Diabetes Association mengungkapkan empat cara untuk menilainya, yaitu tes HBA1C (pengambilan darah vena), gula darah puasa (GDP), gula darah dua jam, dan gula darah sewaktu.

"Jika HBA1C (pengambilan darah vena) di atas 6,5 persen, atau GDP lebih dari 126 mg/dL (setelah puasa 8 jam), atau glukosa darah dua jam usai makan di atas 200, atau Glukosa darah sewaktu (GDS) lebih dari 200 mg/dL dengan keluhan klasik diabetes," ujar Medical Dept PT Kalbe, dr. Pande Wade Satrya DP, di kawasan Kuningan, Jakarta, Senin 17 April 2017.

Dituturkannya, paling akurat adalah tes HBA1C. Sehingga, saat kadar HBA1C, di bawah 7,5 akan diberikan terapi tunggal.

"Menanggulangi DM, cegah agar progres tidak cepat. Berdasarkan asosiasi ahli endokrin, pedoman tatalaksana Diabetes melitus dua yaitu kadar HBA1C bawah 7,5 diberikan obat oral satu varian," kata Pande.

Dia melanjutkan, apabila monoterapi dalam tiga bulan belum berhasil menurunkan kadar HBA1C, maka pengobatan dual kombinasi yakni obat oral dan insulin basal. Berbeda ketika angka HBA1C sudah di atas 7,5 atau atas 9, yang dapat segera diberikan insulin dengan atau tanpa kombinasi obat.

"Menurut PERKENI 2015, angka di atas 75 maka Insulin basal sudah bisa diberikan. Pemberian harus tetap agresif agar komplikasi makro dan mikro tidak terjadi cepat," kata Pande. (ren)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP