TUTUP
TUTUP
VIVALIFE

Ini yang Terjadi Jika Hubungan Seks Mendadak Tak Teratur

Hubungan intim bisa meningkatkan kemesraan suami istri.
Ini yang Terjadi Jika Hubungan Seks Mendadak Tak Teratur
Ilustrasi bercinta. (Pixabay/sasint)

VIVA.co.id – Kita tahu bahwa hubungan intim memiliki segudang manfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Mulai dari meningkatkan sistem imun, kesehatan jantung, menghilangkan stres, hingga meningkatkan kualitas tidur.

Namun, apa yang terjadi jika seseorang yang telah aktif secara seksual dan teratur berhubungan seks namun tiba-tiba berhenti melakukan hubungan seksual?

Beberapa kemungkinan berikut ini terjadi jika seseorang yang rutin berhubungan seksual namun tiba-tiba berhenti melakukannya. Seperti dilansir dari laman Mirror.

Penurunan libido

"Bagi sebagian orang yang menahan diri untuk tidak berhubungan, mereka akan merasa tidak bernafsu untuk melakukan hubungan seks. Keinginan berhubungan berkurang," ujar Sari Cooper, LCSW, seorang sex therapist pada laman Reader's Digest.

Namun kata dia ini tidak berlaku untuk semua orang. Beberapa justru akan merasa butuh untuk berhubungan seksual.

Dinding organ vital melemah

Biasanya ini dialami perempuan yang akan menopause. Sari menjelaskan bahwa, tanpa hubungan seksual yang teratur dan bertambahnya umur, dinding organ vital akan mengendur dan menimbulkan rasa sakit ketika kembali berhubungan intim.

North American Menopause Society merekomendasikan hubungan seksual teratur bagi mereka selama menopause untuk menjaga kesehatan organ vital.

Kekurangan cairan organ intim

Efek samping seperti ini biasanya terjadi pada perempuan yang sudah berusia lanjut. Organ vital akan lebih sulit untuk mengeluarkan cairan saat berhubungan intim. Hal ini disebabkan oleh kurangnya produksi hormon estrogen. Sari menambahkan bahwa pelumas pada organ intim akan berkurang seiring bertambahnya umur apalagi jika tidak dibarengi dengan hubungan seks yang rutin.

"Pada perempuan usia 20 atau 30 tahun mereka memiliki hormon estrogen yang menjaga jaringan sekitar vagina tetap sehat, elastis dan tetap lembap saat tidak berhubungan seksual," ujar Dr. Lauran Streicher.

Rasa sakit saat menstruasi meningkat

Berhubungan seks saat menstruasi memang tidak lazim dilakukan. Namun, ternyata hal ini dapat meringankan keram saat menstruasi.

"Rahim adalah otot dan banyak yang mengalami kontraksi rahim ketika orgasme. Hal ini akan membuat darah lebih banyak keluar dan mengurangi kram menstruasi," ujar Dr. Streicher.

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP